Tambahan tiga poin di Stadion Brawijaya tersebut membuat koleksi poin Persija kini menyentuh angka 68. Jumlah ini melampaui rekor terbaik mereka sebelumnya, yakni 66 poin yang dibukukan pada musim 2022/2023.
Meski menyambut gembira pencapaian bersejarah ini, pelatih Mauricio Souza menegaskan bahwa rekor angka bukanlah target utama yang ia kejar bersama skuad Macan Kemayoran musim ini.
Perjalanan Persija untuk mencapai titik ini memang penuh lika-liku dalam beberapa musim terakhir. Pada musim perdana Liga 1 tahun 2017, Persija mampu bersaing di papan atas dengan mengakhiri musim di posisi keempat lewat raihan 61 poin.
Semusim kemudian, mereka berhasil meraih gelar juara Liga 1 2018 bersama pelatih Stefano Cugurra meski hanya mengumpulkan 62 poin sepanjang kompetisi.
Selepas masa kejayaan tersebut, performa Persija sempat mengalami penurunan cukup tajam. Musim 2019 ditutup di peringkat ke-10 dengan meraih 44 poin. Situasi belum banyak berubah pada musim 2021/2022 ketika Persija harus puas finis di posisi kedelapan setelah mengoleksi 45 poin.
Kebangkitan Macan Kemayoran baru terlihat kembali saat Thomas Doll mengambil alih kursi kepelatihan pada musim 2022/2023, di mana Persija sukses menjadi runner-up dengan torehan 66 poin.
Sayangnya, tren positif tersebut kembali goyah setelah mereka menempati posisi kedelapan pada musim 2023/2024 (48 poin) dan finis ketujuh pada musim berikutnya (51 poin).
Musim ini, di bawah kendali Mauricio Souza, Persija menunjukkan perkembangan yang jauh lebih stabil. Hebatnya, rekor 68 poin ini masih bisa bertambah menjadi 71 poin jika mereka mampu mengamankan kemenangan pada laga pamungkas di pekan ke-34 mendatang.
Bagi Mauricio, fokus utamanya sejak awal adalah membawa Persija ke takhta tertinggi, bukan sekadar memecahkan rekor di atas kertas.
“Saya senang dengan rekor ini. Sejujurnya, ini bukan rekor yang kami targetkan. Kami selalu berusaha menjadi nomor satu di kompetisi ini. Tapi, saya rasa ini menunjukkan sedikit dari apa yang telah kami lakukan sepanjang kompetisi," ujar Mauricio selepas pertandingan.
"Bagaimanapun, saya juga sangat senang ketika kami meninggalkan lapangan dan menerima pujian dari tim lawan, yang selalu memuji gaya permainan kami. Tanpa ragu, mencapai tonggak sejarah ini dengan seragam bergengsi seperti ini sangat memuaskan,” pungkas pelatih asal Brasil tersebut.(I.league.id)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)





