REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS – Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia melansir, dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai terkonfirmasi diculik oleh tentara penjajah Israel (IDF). Hal ini ditampilkan dalam papan pemantauan yang ditampilkan di markas mereka.
Kapal-kapal yang mereka naiki, yakni Boralize dan Ozgurluk sempat lama kehilangan kontak dan tak diketahui nasibnya. Pada pukul 21.00 WIB, akhirnya dipastikan kedua kapal diintersepsi.
Baca Juga
Israel Tangkap Armada GSF yang Ikut Membawa WNI dan Jurnalis, Hamas: Ini Pembajakan
Armada GSF Berisi WNI dan Jurnalis Republika Dibajak Israel, Komisi I Minta Pemerintah Tegas
PBNU Desak Kemlu Lindungi Jurnalis Republika yang Ditahan Israel di Misi Global Sumud Flotilla
Bambang Noroyono satu-satunya WNI di Kapal BoraLize. Sedangkan di Kapal Ozgurluk selain Thoudy Badai ada Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), dan Rahendro herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, Berita1, CNN.
Pasukan Israel juga mencegat dan membajak kapal Josef. Di antara sejumlah relawan yang diculik aparat militer Israel adalah seorang relawan Rumah Zakat, yakni Andi Angga Prasadewa.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada Senin pagi, kapal-kapal Armada Global Sumud tiba di perairan Siprus, sekitar 300 mil laut dari Gaza. Tak lama kemudian panitia Global Sumud Flotilla melansir protokol intersepsi telah diaktifkan menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.
Pihak pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan mulai melakukan intersepsi terhadap armada Global Sumud yang sedang bergerak pada sekitar pukul 11.00 waktu Turki. Intersepsi dilakukan di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Menyusul perkembangan tersebut, berbagai komunikasi diplomatik mendesak serta langkah hukum kini tengah ditempuh.
Saat itu, jurnalis Republika Bambang Noroyono mengirimkan video yang menunjukkan kapal tempur Israel terlihat dari kapalnya, Boralize. Ia kemudian mengirimkan video SOS sesuai protokol menjelang kemungkinan intersepsi dan penangkapan dan akhirnya hilang kontak.
Thoudy Badai juga hilang kontak pada waktu yang hampir bersamaan. Demikian juga semua WNI yang menyertai Armada Global Sumud.