REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan yang berada di kapal Ozgurluk dikabarkan suspected intercepted oleh Zionis Israel. Hal tersebut disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy. Ia juga menyampaikan bahwa lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Zionis Israel dan empat lainnya masih berlayar.
"Informasi terbaru sampai pukul 21.00 WIB, dari sembilan delegasi Indonesia yang tergabung Koalisi Global Sumud Flotilla, lima orang ditangkap Zionis Israel termasuk jurnalis Republika, dan empat orang tetap berlayar ke Gaza," kata Harfin saat ditemui Republika.co.id di Kantor Dompet Dhuafa, Senin (18/5/2026) malam.
Baca Juga
BREAKING NEWS: Global Sumud Nusantara Konfirmasi Dua Wartawan Republika Diculik Zionis
Hidayat Nur Wahid Desak Pemerintah Segera Selamatkan Dua Jurnalis Republika yang Diculik lsrael
Komnas HAM Desak Pemerintah RI Pulangkan Dua Wartawan Republika dari Penangkapan Israel
Harfin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan WNI yang ditangkap Zionis Israel dan mengingatkan pemerintah Indonesia untuk menolong warga negaranya.
Harfin meminta pemerintah Indonesia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjaga kehormatan dan keselamatan WNI yang sedang dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Beberapa jam sebelumnya, Israel dilaporkan menangkap WNI dan jurnalis Republika Bambang Noroyono bersama sekitar 100 aktivis lainnya. Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan yang tengah menuju Jalur Gaza di perairan internasional dan menangkap WNI termasuk jurnalis Republika.
"Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” kata Bambang Noroyono dalam video SOS-nya yang ia kirimkan Senin (18/5/2026) pagi waktu Turki.
Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.