JAKARTA, DISWAY.ID - Sosok Bambang Noroyono alias Abeng menjadi sorotan di dunia peliputan saat ini atas videonya yang sedang diculik zionis Israel viral.
Abeng merupakan jurnalis Republika yang menjadi relawan partisipan dalam misi pelayaran Global Sumud Flotila 2026
Abeng membuat video kalau dirinya dalam tawanan atau penculikan tentara Israel saat ini dan meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkannya.
BACA JUGA:Indonesia Desak Israel Bebaskan Kapal Misi Kemanusiaan yang Ditahan oleh Israel
Dengan mengenakan kaus bertuliskan Republika, warna hitam, Abeng memohon jika videonya tersebar menjelaskan bahwa dia sedang dalam kondisi diculik.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, sudah membuat pernyataan sikap dan mengecam zionis Israel.
BACA JUGA:Kemlu: Kapal yang Bawa Jurnalis Bambang Noroyono Masih Hilang Kontak usai Dicegat Israel
Berikut kutipan lengkapnya:
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.
Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami.
Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
BACA JUGA:ALERTA! Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Global Sumud Flotilla
Profil Bambang Noroyono alias AbengDikutip dari laman resmi Republika, Bambang Noroyono Abeng, Lahir di Airputih-Indrapura, Batubara, Sumatera Utara pada 1984.
Bekerja di Republika sejak 2011.
- 1
- 2
- »





