Blue Bird (BIRD) Beberkan Dampak Depresiasi Rupiah ke Bisnis Transportasi

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten taksi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) mulai mencermati dampak pelemahan rupiah terhadap operasional dan perilaku konsumen.

Berdasarkan data tradingview pada Senin (18/5/2026) pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertengger di level Rp17.655.

Direktur Utama Adrianto Djokosoetono mengatakan masih memantau kondisi makroekonomi tersebut, terutama potensi pengaruhnya terhadap pola mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. 

Menurutnya pelemahan nilai tukar memang berpotensi memengaruhi sejumlah komponen biaya di industri transportasi dan memicu kenaikan harga.

"Kami terus menyusun strategi untuk menghadapi perubahan yang mungkin terjadi," ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).

Baca Juga : 'Gigi Rendah' Emiten Transportasi BIRD-ASSA Hadapi Tekanan Harga BBM

Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini masih dinilai terkendali bagi perseroan. Termasuk dari sisi operasional maupun purchasing power pelanggan yang belum menunjukkan perubahan signifikan.

"Ke depannya kami masih memantau kondisi makroekonomi ini, karena secara jangka panjang juga berpotensi mempengaruhi pola mobilitas masyarakat," lanjutnya.

Dari sisi kinerja, laporan keuangan BIRD masih membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun pada kuartal I/2026, meningkat sebesar 11,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,3 triliun. 

Namun demikian kinerja pendapatan tersebut tidak berbanding lurus dengan kinerja laba bersih. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan hingga 31 Maret 2026, BIRD membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp155,5 miliar. 

Laba bersih ini turun 6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp165,4 miliar. 

Layanan taksi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% secara tahunan, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan bersaing di tengah dinamika industri transportasi.

Pada periode Lebaran 2026, Blue Bird mencatat performa yang lebih baik dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat selama musim mudik dan libur panjang. 

Pada saat yang sama, perseroan terus memperluas jangkauan layanan melalui penambahan titik pangkalan di berbagai wilayah, yang secara total meningkat sekitar 43% dibandingkan dengan pada kuartal I tahun lalu.

Blue Bird Tbk. - TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Siapa Nekat Haji Ilegal Bakal Didenda Rp93 Juta hingga Larangan Masuk Arab Saudi 10 Tahun
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Bayar Dam Melalui Mekanisme Resmi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
“Tanpa Sekat” di Soppeng: Konsolidasi Akhir Golkar Sulsel antara Fragmentasi dan Aklamasi
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.