Persipura Hambat Upaya Bernardo Tavares Datangkan Eks Anak Asuhnya di PSM Sayuri Bersaudara Gabung Persebaya Surabaya

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Bursa transfer mulai berubah menjadi arena tarik-menarik kekuatan besar bahkan sebelum musim baru dimulai. Dan kali ini, nama Persebaya Surabaya serta Persipura Jayapura berada di tengah pusaran rumor yang sama: perebutan Sayuri bersaudara.

Nama Yance Sayuri dan Yakob Sayuri memang mendadak menjadi topik panas dalam beberapa pekan terakhir. Publik Papua mulai ramai mendorong keduanya pulang memperkuat Persipura Jayapura demi membawa Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Harapan itu bukan tanpa alasan.

Persipura saat ini sedang berusaha membangun ulang kekuatan setelah gagal promosi musim lalu. Manajemen mulai menyusun kerangka tim baru dan membutuhkan figur besar yang mampu mengangkat kembali mentalitas klub sekaligus gairah sepak bola Papua.

Dan Sayuri bersaudara dianggap sebagai simbol yang tepat.

Keduanya bukan hanya pemain berkualitas, tetapi juga representasi kebanggaan Papua di level nasional. Bersama Malut United, Yakob dan Yance terus menunjukkan performa konsisten di Super League dan tetap menjadi langganan Timnas Indonesia.

Kecepatan, agresivitas, dan kemampuan menyerang mereka menjadikan duo kembar itu salah satu pasangan winger paling berbahaya di sepak bola Indonesia saat ini.

Namun di tengah harapan besar publik Papua, muncul gangguan besar dari Surabaya.

Kedatangan Bernardo Tavares ke Persebaya ternyata membuka spekulasi baru mengenai kemungkinan reuni dengan mantan anak asuhnya di PSM Makassar.

Dan nama pertama yang langsung terseret adalah Yance Sayuri.

Rumor tersebut mulai membesar setelah Yance memberikan komentar singkat di unggahan resmi Persebaya saat memperkenalkan Bernardo sebagai pelatih anyar Bajul Ijo.

“Sukses di klub barunya coach,” tulis Yance.

Kalimat sederhana itu justru memantik euforia besar di kalangan Bonek dan Bonita. Kolom komentar media sosial Persebaya langsung dipenuhi ajakan agar winger Timnas Indonesia tersebut ikut hijrah ke Gelora Bung Tomo musim depan.

“Datanglah ke Persebaya musim depan,” tulis salah satu suporter.

Komentar lain bahkan mulai membayangkan skenario lebih besar.

“Kaka nggak mau ikutan juga ke Surabaya? Yuk bisa yuk kak.”

Fenomena itu memperlihatkan satu hal penting: kehadiran Bernardo Tavares membuat publik Persebaya mulai percaya bahwa Surabaya bisa menjadi destinasi baru para pemain elite Indonesia.

Dan secara taktikal, rumor tersebut memang terasa masuk akal.

Selama bekerja sama di PSM Makassar, Yance berkembang menjadi salah satu winger paling eksplosif di Liga Indonesia. Di bawah tangan dingin Bernardo, ia tidak hanya berkembang secara teknis tetapi juga secara taktik dan mentalitas bermain.

Chemistry keduanya terlihat sangat kuat.

Bernardo memahami bagaimana memaksimalkan kecepatan Yance dalam transisi menyerang, sementara Yance sangat cocok dengan sistem pressing dan permainan vertikal khas pelatih asal Portugal tersebut.

Situasi itulah yang membuat rumor reuni keduanya terasa lebih realistis dibanding sekadar spekulasi media sosial biasa.

Namun persoalannya tidak sesederhana itu.

Jika Persebaya benar-benar serius mendatangkan Yance, maka peluang menghadirkan Yakob Sayuri otomatis ikut terbuka. Sebab dalam banyak kesempatan, kedua saudara kembar itu kerap dianggap sebagai “paket emosional” yang sulit dipisahkan.

Dan di sinilah Persipura mulai menghadapi ancaman besar.

Sebab Mutiara Hitam bukan hanya harus bersaing secara emosional sebagai tanah kelahiran mereka, tetapi juga secara proyek dan ambisi klub.

Persebaya saat ini sedang membangun skuad yang diproyeksikan menjadi penantang serius Persib Bandung musim depan. Dukungan finansial, atmosfer suporter, stadion besar, hingga keberadaan Bernardo Tavares membuat Bajul Ijo memiliki daya tarik yang sulit diabaikan pemain mana pun.

Sementara Persipura masih berada di fase membangun ulang kekuatan di Liga 2.

Meski memiliki kekuatan emosional yang besar bagi pemain Papua, situasi kompetitif klub jelas berbeda dibanding Persebaya yang sedang menatap papan atas Super League.

Karena itu, rumor Sayuri bersaudara kini berubah menjadi lebih dari sekadar isu transfer biasa.

Ia menjadi simbol pertarungan dua arah besar: antara romantisme pulang kampung bersama Persipura atau ambisi besar bersama proyek baru Persebaya Surabaya.

Dan di tengah semua spekulasi itu, satu nama tetap menjadi pusat gravitasi utama: Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut tampaknya mulai membawa pengaruh besar bahkan sebelum musim baru dimulai. Bukan hanya lewat taktik, tetapi juga melalui magnet kuat yang mampu menarik mantan anak asuhnya ke proyek baru di Surabaya.

Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Sayuri bersaudara akan memilih pulang membangkitkan Persipura, atau justru mengikuti jejak Bernardo Tavares menuju Gelora Bung Tomo?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi Sebut 3.000 Nomor Scam Catut Nama Anggota DPR, Modus Minta Sumbangan
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Serahkan 6 Jet Tempur Rafale dan Alutsista Baru ke TNI: Pertahanan Syarat Utama Kedaulatan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, 80 Orang Sudah Tewas Terjangkit
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PM Malaysia Tuntut Israel Jamin Keselamatan Serta Bebaskan Segera Aktivis Global Sumud Flotilla
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Dinilai Ancam Kepercayaan Publik
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.