Koops Habema Tegaskan TNI Tak Terlibat Ledakan di Gereja Intan Jaya Papua Tengah

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Koops TNI Habema merespons adanya narasi di media sosial yang menyudutkan aparat keamanan sebagai pelaku pengeboman di luar Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Distrik Agisiga, pada Minggu (17/5).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam peristiwa pengeboman tersebut.

BACA JUGA: KKP Amankan 3 Pelaku Pengeboman Ikan di Banggai Laut Sulteng

"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut Wirya, pihaknya mempunyai beberapa bukti yang menunjukkan TNI tidak melakukan aksi peledakan itu.

BACA JUGA: Buronan Kasus Pengeboman Gereja Katedral Makassar Ditangkap, Ternyata

Bukti pertama yakni granat yang ditemukan di lokasi berbeda dengan standar granat yang dimiliki TNI.

Selanjutnya, dia mengatakan pihak TNI tidak pernah menggunakan pesawat nirawak (drone) peledak untuk menyerang warga sipil, terlebih di rumah ibadah.

BACA JUGA: Pengeboman Gereja Upaya Pecah Persatuan Bangsa

Selain itu, lanjut Wirya, pihaknya tidak mungkin melakukan hal tersebut karena sedari awal tugas TNI di Papua untuk menciptakan keamanan dan melindungi warga setempat.

"TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," ucap dia.

Hingga saat ini, Koops Habema akan terus mencari tahu siapa dalang dibalik aksi teror ini.

Selama proses penelusuran berjalan, Wirya mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tidak benar yang dapat menyesatkan warga karena menuduh TNI terlibat dalam ledakan aksi ledakan ini.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya," kata Wirya.

Dia menduga insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua. 

Sebelumnya, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 17.51 WITA pada Minggu (17/5). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajukan Gugatan, Kader PPP Menuntut Taj Yasin & Agus Suparmanto Diberhentikan
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Timwas Haji DPR Apresiasi Pelayanan Haji Tahap Pertama di Madinah | KOMPAS PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Adela Kanasya, Anak Adies Kadir Jadi Anggota Komisi X DPR
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pengembang dukung rencana program PKP satu rumah subsidi satu pohon
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Jajaran Alutsista Baru yang Resmi Diserahterimakan Prabowo ke TNI
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.