TABLOIDBINTANG.COM - Shakira memenangkan sengketa pajak melawan otoritas pajak Spanyol setelah pengadilan memerintahkan pengembalian dana lebih dari 55 juta euro atau sekitar Rp1,1 Triliun.
Berdasarkan putusan pengadilan Spanyol pada Senin (18/5), otoritas pajak dinilai gagal membuktikan bahwa pelantun “Hips Don’t Lie” itu tinggal lebih dari 183 hari di Spanyol sepanjang 2011. Batas tersebut merupakan syarat seseorang dianggap sebagai wajib pajak resmi di negara tersebut.
Pengadilan Nasional Spanyol atau National Audience menyatakan Shakira tercatat hanya berada di Spanyol selama 163 hari pada 2011. Karena itu, pengadilan menilai tidak ada cukup bukti bahwa pusat kepentingan ekonominya berada di negara tersebut.
Dalam putusan yang diterbitkan pada April lalu, pengadilan memerintahkan badan pajak Spanyol mengembalikan seluruh dana yang telah dibayarkan, termasuk bunga hukum. Keputusan itu sekaligus membatalkan denda besar dan penyesuaian pajak yang sebelumnya menetapkan Shakira sebagai wajib pajak Spanyol pada tahun tersebut.
Total pengembalian dana disebut melebihi 55 juta euro, termasuk sekitar 24 juta euro untuk pajak penghasilan dan hampir 25 juta euro berupa denda atas dugaan pelanggaran serius.
Kemenangan hukum ini datang di tengah persiapan Shakira menutup tur dunia “Women Don’t Cry Anymore” yang memecahkan rekor, dengan konser residensi di Madrid mulai September mendatang.
Penyanyi bernama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll itu sebelumnya tinggal bersama mantan pesepak bola Gerard Piqué selama lebih dari satu dekade sebelum keduanya berpisah pada 2022.
Shakira diketahui pindah ke Miami bersama dua putranya setelah perpisahan tersebut. Ia juga disebut pertama kali bertemu Piqué saat proses syuting video musik lagu “Waka Waka”, soundtrack resmi 2010 FIFA World Cup.
Dalam berbagai kesempatan, Shakira menegaskan bahwa dirinya baru menetapkan Barcelona sebagai tempat tinggal permanen pada akhir 2014 dan memindahkan status pajaknya dari Bahama ke Spanyol pada 2015.
Kasus ini menjadi salah satu dari beberapa sengketa pajak yang melibatkan Shakira dan otoritas pajak Spanyol. Sebelumnya, pada 2023, ia juga mencapai kesepakatan terpisah dengan jaksa untuk menghindari persidangan dalam kasus dugaan penipuan pajak lainnya.
Otoritas pajak Spanyol bahkan sempat menelusuri unggahan media sosial Shakira dan memanggil puluhan saksi, termasuk penata rambut hingga tetangganya, untuk membuktikan bahwa sang penyanyi tinggal di Spanyol lebih dari 183 hari per tahun.
Dalam surat yang diterbitkan media Spanyol El Mundo pada 2024, Shakira menyamakan investigasi pajak terhadap dirinya seperti “sidang Inkuisisi” dan menilai pihak berwenang lebih fokus “membakarnya di depan publik” ketimbang mendengarkan pembelaannya.




