PKB Gelar Temu Nasional Pesantren, Komitmen Lawan Kekerasan Seksual di Ponpes

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren (ponpes).

Dia bahkan berkesimpulan, saat ini Indonesia sudah masuk dalam kondisi darurat kekerasan. 

Baca Juga :
Kemenag: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI
PKB Gagas Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual, Pastikan Pesantren Jadi Ruang Aman

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026. Acara ini turut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes KH. Said Aqil Siradj, Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri PPPA Arifah Fauzi.

"Peristiwa kekerasan, baik kekerasan fisik, mental maupun kekerasan seksual di seluruh hal lini terjadi. Secara pribadi saya berkesimpulan sudah sampai pada level darurat kekerasan," kata Cak Imin dalam sambutannya.

Cak Imin mengatakan berbagai kasus kekerasan seksual hingga penculikan menjadi atensi partainya. 

"Penculikan anak, penistaan siswa dan berbagai kekerasan bahkan di kampus dan terakhir juga di pesantren," tutur dia.

Dia menjelaskan, kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren tidak bisa diatasi sendiri melainkan butuh kerja sama semua pihak. PKB, kata dia, berkomitmen untuk berdiri dan mengawal seluruh kasus kekerasan seksual yang terjadi.

"PKB terdepan mengawal dan menjaga pesantren dari upaya penghancuran secara sistematik. Karena pesantren telah terbukti mendidik, menyiapkan dan menjadi benteng," jelas dia.

Dalam acara ini, PKB pun menginisiasi penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Pesantren Anti Kejahatan Seksual. 

Komitmen ini mempertemukan unsur pesantren, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam satu langkah bersama menciptakan lingkungan pesantren yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan seksual.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, perwakilan Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni Dir TIPD PPA dan PPO Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, serta Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si.

Adapun perwakilan pesantren yang turut menandatangani komitmen tersebut antara lain KH. Cholil Nawawi mewakili Zona Bali-Jawa, Nyai Hj. Laili Arifah mewakili Sumatera, KH. Ahmad Fauzan Soleh mewakili Kalimantan, dan Nyai Nurul Husna Alfayana mewakili kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga :
Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman Bagi Anak
Cak Imin Minta Tambahan Anggaran Rp1 Triliun ke Prabowo, Untuk Apa?
Cak Imin: Penerima Bansos Main Judi Online Langsung Dicoret!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persija Pecahkan Rekor Poin, Mauricio Souza Mengakui Target Macan Kemayoran Tak Tercapai Musim Ini
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
IPB Bagikan Panduan Penting Pemilihan hingga Penyembelihan Hewan Kurban
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Calon Haji Embarkasi Makassar Diingatkan Batas Waktu Konsumsi Makanan di Tanah Suci
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kolaborasi dan Adaptasi Jadi Pesan Gus Qowim untuk ASN Kota Kediri
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Gelombang PHK Bikin Klaim JHT dan JKP di BPJS Ketenagakerjaan Meningkat
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.