Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan anggaran untuk memenuhi permintaan Presiden Prabowo Subianto terkait mobil ‘transparan’ yang akan digunakan saat kunjungan ke masyarakat.
“(Anggarannya) ada pasti kalau emang diminta, tapi kan belum ada permintaan resmi kan,” kata Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Pada kesempatan yang sama, Purbaya menjelaskan bahwa mobil yang diinginkan Prabowo itu nantinya memungkinkan Presiden dapat terlihat seperti berdiri meski sebenarnya dalam posisi duduk.
“Dia maunya kelihatan berdiri tetapi duduk. Begitu-begitu, biar enggak capek kan. Saya enggak ngerti, kan belum ada desainnya,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta BUMN PT Pindad untuk mendesain sebuah mobil khusus untuk presiden yang akan digunakan ketika kunjungannya menyapa warga.
Ia menginginkan sebuah mobil transparan dengan model kaca agar masyarakat yang menemuinya bisa melihat lebih jelas.
“Ini saya sedang berpikir (untuk) meminta Pindad, mencoba mendesain mobil khusus presiden menggunakan kaca,” kata Prabowo dalam peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).
PT Pindad adalah perusahaan BUMN yang bergerak di industri manufaktur, jasa, dan perdagangan produk pertahanan keamanan serta produk industrial. Produk yang dihasilkan perusahaan ini antara lain seperti senjata, munisi, kendaraan khusus, alat berat, peralatan industri dan jasa, infrastruktur perhubungan, layanan pertambangan, dan cyber security.
Pindad juga menjadi produsen mobil dinas Prabowo yang bernama Maung.
Permintaan mobil transparan ini disampaikan Prabowo di tengah kunjungan kerja ke wilayah Nganjuk dan Tuban Jawa Timur, hari ini. Prabowo mengatakan, masyarakat setempat sangat antusias menyambutnya. Banyak warga telah menunggu lama.
“Rakyat begitu banyak di luar jalan, masa presiden di dalam kendaraan kan tidak lucu, terpaksa aku berdiri,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebutkan, masyarakat ingin bersalaman dengannya. Karena itu, dia pun memberikan tangannya agar bisa menyapa warga.
“(Ingin mobil) yang ada kursi tapi kelihatan saya sedang berdiri. Boleh dong? Eh saya ini sudah (berusia) 75 tahun. Saya kasihan rakyat sudah menunggu lama, tapi saya semangat,” ucapnya.




