Tanah Bergerak, Longsor Susulan Intai Puluhan Warga Gununghalu Bandung Barat

rctiplus.com
13 jam lalu
Cover Berita
Tanah Bergerak, Longsor Susulan Intai Puluhan Warga Gununghalu Bandung BaratNasional | inews | Selasa, 19 Mei 2026 - 00:15Dengarkan Berita

BANDUNG BARAT, iNews.id - Bencana pergerakan tanah mengancam permukiman warga di Kampung Legok Kadu, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa yang terjadi pada 14 Mei 2026 itu menyebabkan sejumlah rumah rusak dan memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin mengatakan bahwa dampak pergerakan tanah mulai terlihat pada beberapa bangunan warga yang berada di kawasan terdampak.

"Dari laporan yang masuk, dampak dari pergerakan tanah tersebut sudah terlihat jelas pada empat hunian warga," kata Asep Sehabudin, dikutip dari iNews Bandung Raya, Senin (18/5/2026).

Kerusakan yang terjadi meliputi retakan pada bagian dinding samping dan belakang rumah. Selain itu, lantai bangunan juga mengalami pergeseran hingga 5 sampai 7 sentimeter akibat pergerakan tanah.

Baca Juga:Gempa Terkini Magnitudo 4,3 Guncang Jayapura Papua

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengancam empat rumah yang sudah terdampak, tetapi juga berpotensi membahayakan satu wilayah RT yang mencakup dua kampung dengan total 37 kepala keluarga.

"Kami belum menerima laporan korban jiwa maupun luka-luka, namun warga sangat khawatir karena mereka tidak tahu kapan bencana susulan terjadi," ucapnya.

Pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah mengajukan permohonan kajian geologi dan teknis kepada BPBD Bandung Barat untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah tersebut.

BPBD menilai kajian dari tim ahli sangat penting guna menentukan langkah penanganan dan mitigasi bencana agar risiko yang lebih besar dapat dicegah.

"Hasil kajian tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi jelas mengenai tingkat kerawanan bencana, serta panduan langkah penanganan yang harus dijalankan oleh pemerintah desa maupun masyarakat agar risiko dampak yang lebih parah dapat dihindari," ujarnya.

Sebagai langkah sementara, warga yang rumahnya mengalami kerusakan diminta untuk mengungsi demi keselamatan. "Penanganan jangka panjangnya kita mengajukan kajian geologi agar segera dilakukan dan kami bisa mengambil langkah selanjutnya," katanya.

#jabar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liverpool hingga Manchester United Patah Hati Bareng-Bareng, Gelandang Real Madrid Ambil Keputusan Begini
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Sorot SE Jampidsus Soal Perhitungan Kerugian Negara, Pakar: Putusan MK Bersifat Final
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Iduladha, Pemprov DKI Wajibkan Pedagang Kurban Kantongi SKKH
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gerak IHSG Hari Ini Selasa (19/5) Dibayangi Ekspektasi Kenaikan BI Rate
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Selasa, layanan Samsat Keliling tersedia di 14 wilayah Jadetabek
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.