JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyinggung era pemerintahan Presiden ke-3 Indonesia B. J. Habibie saat membahas pelemahan rupiah dalam rapat bersama Bank Indonesia.
Ia menilai pergerakan nilai tukar tidak selalu bisa dijelaskan semata-mata oleh fundamental ekonomi.
Menurut Misbakhun, Indonesia pernah menghadapi tekanan krisis yang jauh lebih berat pada 1998–1999.
Namun dalam situasi tersebut, rupiah justru mampu pulih dari titik terburuknya.
“Rupiah per 6.000. Zamannya Pak Habibie, kita semua orang menghadapi tekanan, Pak, pada saat itu. Tekanan krisis. Di tengah krisis bahkan rupiah dari nilai yang tertinggi, the highest ever, dan kemudian turun ke 6.000 dalam keadaan krisis loh, Pak,” ujar Misbakhun dalam rapat tersebut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia Ferry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai tukar fundamental disusun berdasarkan asumsi makro ekonomi nasional yang dibahas bersama pemerintah dan DPR.
Ferry mengatakan asumsi nilai tukar rupiah 2026 berada di kisaran Rp16.200–Rp16.800 per dolar AS dengan rerata Rp16.500 per dolar AS.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Baca Juga: Respons Gubernur BI terhadap Desakan Mundur dan Kondisi Rupiah
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- gubernur BI
- dpr
- rupiah melemah





