Sebanyak sembilan warga negara Indonesia ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Jalur Gaza.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun media sosial Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Baca Juga: Trump Menyerang Dua Media Besar karena Sebut Militer Iran Tangguh
Berikut daftar sembilan WNI yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut:
- Bambang Noroyono (Abeng)
- Thoudy Badai
- Herman Budianto Sudarsono
- Ronggo Wirasanu
- Andi Angga Prasadewa
- Aras Asad Muhammad
- Hendro Prasetyo
- Andre Prasetyo Nugroho
- Rahendro Herubowo
Selain sembilan WNI tersebut, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga ikut ditangkap dalam operasi intersepsi yang dilakukan militer Israel.
Media Israel melaporkan para relawan akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah seluruh operasi selesai dilakukan.
Sebelumnya, Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ditangkap militer Israel saat berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina.
Penangkapan terjadi setelah kapal-kapal militer Israel melakukan intersepsi terhadap armada bantuan kemanusiaan di perairan internasional.
Dalam rombongan tersebut terdapat dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai, yang ikut dalam pelayaran bersama relawan kemanusiaan lainnya.
“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” tulis pernyataan resmi Global Sumud Flotilla di media sosial.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menegaskan para relawan datang membawa bantuan kemanusiaan, bukan senjata.
Baca Juga: Trump Tak Yakin Kesepakatan dengan Iran Segera Tercapai, Perang Masih Panjang?
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina,” kata Andi dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).




