Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mendukung pemanfaatan platform Gang Dagang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk ke ekosistem digital sekaligus meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan bisnis.
Gang Dagang merupakan gim simulasi warung berbasis web yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami dan mengelola keuangan usaha melalui pengalaman bermain yang interaktif.
Plt Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Roes Dina Martha, menilai pendekatan gamification menjadi metode baru yang relevan terutama bagi generasi muda.
“Pendekatan gamifikasi ini adalah sesuatu yang baru dan sangat relevan dengan Gen Z yang memang porsinya saat ini sangat besar,” kata Roes Dina Martha.
Dorong Literasi Keuangan dan Pembayaran DigitalBI DKI Jakarta berharap Gang Dagang dapat menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM.
Selain itu, platform tersebut diharapkan mampu memperluas adopsi pembayaran digital melalui QRIS dan membuka akses pasar yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Roes juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sektor swasta dalam mendukung pembinaan serta pemberdayaan UMKM Indonesia.
“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam akselerasi digitalisasi UMKM, perluasan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” kata dia.
Jakarta Dinilai Unggul dalam Transformasi DigitalRoes menambahkan Jakarta memiliki peran penting dalam perekonomian nasional yang didukung pemanfaatan teknologi dalam perluasan ekosistem digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Ia menyebut berbagai indikator menunjukkan Jakarta unggul dalam transformasi digital.
Indikator tersebut meliputi Digital Competitiveness Index, Indeks Masyarakat Digital Indonesia, dan Local Online Service Index (LOSI) yang berada di atas rata-rata kota global lainnya.
Dari sisi pembayaran digital, frekuensi transaksi QRIS di Provinsi DKI Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh signifikan sebesar 141,81 persen secara tahunan.
Pertumbuhan transaksi QRIS di DKI Jakarta tersebut menyumbang 38,67 persen dari total transaksi nasional.
“Yang merupakan porsi 38,67 persen secara nasional,” kata dia.



