JAKARTA, KOMPAS.TV- Nilai tukar Rupiah berada di level Rp17.676 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/5/2026) siang. Rupiah kembali melemah 80 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah sepanjang sejarah secara intraday. Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait daya beli dan kestabilan keuangan pribadi.
Di saat yang sama, tidak sedikit yang mulai melirik dolar AS sebagai alternatif untuk menjaga nilai aset di tengah tekanan nilai tukar. Lantas, apakah aman menabung dolar saat rupiah melemah?
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Rp17.598 per Dolar AS, Sejauh Mana Dampaknya? | KOMPAS PETANG
Investasi valuta asing (valas) merupakan strategi menyimpan sebagian dana dalam bentuk mata uang asing, seperti dolar AS. Tujuannya ketika nilai rupiah melemah, nilai simpanan dalam mata uang asing bisa meningkat saat dikonversi kembali ke rupiah.
Dengan kata lain, valas sering dipandang sebagai “pelindung nilai” (hedging) untuk menjaga daya beli di tengah fluktuasi kurs. Mengutip laman resmi Pegadaian pada Senin (18/5), investasi dolar pada dasarnya aman selama dilakukan melalui lembaga resmi, seperti bank atau penyedia jasa keuangan yang telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hal ini penting untuk menghindari risiko penipuan, peredaran uang palsu, hingga praktik kurs tidak wajar. Selain itu, transaksi di lembaga resmi juga memberikan transparansi harga sesuai kondisi pasar.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membeli dolar secara besar-besaran saat kurs sedang bergejolak. Padahal, strategi yang lebih bijak adalah menabung dolar secara konsisten.
Metode ini dikenal sebagai averaging, yakni membeli valas secara berkala dalam jumlah tertentu. Dengan cara ini, risiko fluktuasi nilai tukar bisa ditekan karena harga pembelian menjadi lebih rata.
Pendekatan ini juga membantu menghindari keputusan emosional akibat panic buying saat rupiah melemah tajam. Meski terlihat aman, investasi dolar tetap memiliki risiko.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Pegadaian
- Nabung dolar
- Rupiah
- Dolar
- Rupiah melemah
- Nabung dolar saat rupiah melemah
- nilai tukar




