Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah Rp 17.668 pada perdagangan Senin (18/5) dari sebelumnya Rp 17.597. Kurs rupiah melemah di tengah menguatnya dolar AS seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar global.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, penguatan dolar AS terjadi di tengah aksi jual besar-besaran pada berbagai aset keuangan global, mulai dari obligasi, saham, mata uang kripto, hingga mata uang negara berkembang.
Sepanjang tahun ini, rupiah telah merosot 5,86% dan situasi ini merupakan pelemahan sepanjang sejarah. Meski rupiah kini berada di level terlemahnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi saat ini jauh berbeda dan tak bisa disamakan dengan kondisi krisis moneter 1998.
Bendahara negara ini menyebut ekonomi Indonesia masih tumbuh kencang. Pemerintah juga memiliki ruang yang cukup untuk memperbaiki seluruh indikator makro yang terdampak gejolak pasar global.




