Jember, ERANASIONAL.COM – Jajaran direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menggelar acara serah terima jabatan secara sederhana. Oleh karena itu, manajemen meniadakan hiburan musik maupun jamuan mewah dalam agenda pergantian pimpinan tersebut.
Direktur Utama baru, Gogot Cahyo Baskoro, sengaja membatasi kemewahan demi menghormati para buruh kebun. Selanjutnya, acara sertijab ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian Pemkab Jember beserta jajaran pegawai internal.
“Acara ini saya minta sederhana. Tidak perlu prasmanan dan live musik. Saya ingin menjaga perasaan para buruh,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gogot menegaskan bahwa dirinya tidak ingin larut dalam euforia jabatan baru. Sebab, tantangan besar untuk membenahi manajemen dan meningkatkan produktivitas perusahaan masih menanti di depan mata.
“Terus terang saya belum bangga kalau belum bisa membuktikan sesuatu untuk PDP. Banyak persoalan yang harus dibenahi,” katanya.
Oleh sebab itu, ia langsung menyoroti berbagai keterbatasan internal termasuk fasilitas ruang kerja yang minim. Namun, para direksi baru berkomitmen menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas awal mereka.
“Apa yang menunjang aktivitas kami, insyaallah kami akan modal sendiri,” tegas Gogot.
Merespons hal tersebut, Asisten Perekonomian Jember, Ratno C. Sembodo, langsung meminta direksi menciptakan terobosan segar. Menurutnya, perusahaan daerah tidak boleh terjebak dalam zona nyaman agar bisa terus bertahan.
“Rutinitas dan zona nyaman adalah musuh dalam kondisi perusahaan seperti sekarang,” ujar Ratno.
Alhasil, manajemen baru kini mulai merancang strategi pengembangan sektor wisata alam dan komoditas kopi premium. Langkah tersebut bertujuan agar Perumda Kahyangan segera sehat dan mampu meningkatkan kesejahteraan para buruh.
“Alih-alih ditutup, PDP ke depan harus menjadi perusahaan sehat dan mampu menyejahterakan buruh,” pungkas Gogot.





