Pakar Ekonomi UMM Bagikan Strategi Amankan Dompet Saat Dolar Melonjak

beritajatim.com
3 minggu lalu
Cover Berita

Malang (beritajatim.com) – Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc, memberikan strategi praktis agar masyarakat tetap tangguh secara finansial saat Pelemahan mata uang Rupiah atas Dolar AS.

Pelemahan mata uang Rupiah ini dinilai sebagai ancaman nyata yang mulai menyusup ke dapur masyarakat luas.

Yunan menjelaskan bahwa lonjakan kurs Dolar AS memicu efek domino yang langsung membebani pos pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini terjadi lantaran tingginya ketergantungan Indonesia terhadap sejumlah komoditas impor di pasar internasional.

​”Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkap Yunan kepada Tim Humas UMM pada Selasa (19/5/2026).

​Menurut Yunan, banyak masyarakat yang keliru dan merasa aman hanya karena tidak membeli barang impor secara langsung. Padahal, biaya hidup masyarakat dipastikan akan tetap membengkak seiring dengan merangkaknya biaya produksi pada sektor industri lokal.

​”Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegas pakar ekonomi UMM tersebut.

​Menghadapi situasi makroekonomi yang fluktuatif ini, Yunan mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Langkah awal yang paling krusial untuk dilakukan saat ini adalah mengamankan ketersediaan dana darurat dan menunda konsumsi yang sifatnya tidak mendesak.

​”Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya.

​Di samping itu, Yunan juga menyoroti ancaman inflasi yang diperparah oleh perilaku keuangan masyarakat yang gemar memanfaatkan layanan kredit instan. Kebiasaan ini dinilai menciptakan ilusi finansial yang berpotensi menguras habis tabungan di masa depan.

​”Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambah Yunan mengingatkan.

​Kendati situasi ekonomi tampak menantang, Yunan justru mendorong generasi muda untuk jeli melihat penguatan Dolar AS sebagai momentum emas. Fluktuasi kurs ini dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang penghasilan mandiri berbasis pasar global.

​”Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urainya optimis.

​Sebagai langkah penyelamatan jangka pendek, masyarakat diharapkan segera mengevaluasi kembali arus kas (cash flow) pribadi masing-masing. Langkah darurat seperti berhenti berlangganan layanan digital yang tidak krusial serta memangkas gaya hidup konsumtif wajib diambil.

​”Sebab, dalam kondisi kurs yang tengah bergejolak, stabilitas ekonomi seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar penghasilan yang diperoleh, melainkan dari seberapa sehat dan rasional mereka mengelola keuangan,” kata Yunan Syaifullah, menutup. (dan/ted)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Bapanas bahas stabilisasi harga telur bersama peternak
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Menyelami Pola Pikir di Balik Gerak Cepat Prabowo Lewat Buku Presiden Solusi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Gubernur Bobby Keluarkan Peringatan Keras buat PNS dan PPPK
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Wardatina Mawa Tanggapi Rumor Dirinya Dekat dengan Pria Turki
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Bocah di Jasinga Bogor Tewas Usai Diserang Dua Anjing Pemburu, Pemilik Jadi Tersangka
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.