Viral di Media Sosial Siswi Dijambak hingga Jilbab Terlepas, Enam Anak yang Diduga Terlibat Perundungan Diamankan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gowa, tvOnenews.com - Sebuah video diduga aksi perundungan terhadap seorang siswi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. 

Dalam video yang beredar, tampak korban menjadi sasaran intimidasi dan kekerasan oleh sejumlah temannya.

Siswi tersebut tampak dijambak hingga terjatuh ke tanah. Saat tersungkur, jilbab korban bahkan terlepas. Di tengah keributan itu, satu siswi terlihat berusaha melerai pertikaian itu. 

Akan tetapi, beberapa remaja lain yang berada di lokasi justru memilih merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel mereka, bukannya membantu menghentikan aksi perundungan.

Saat ini kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa bersama Tim Jatanras dan Sat Intelkam Polres Gowa.

Kanit PPA Satreskrim Polres Gowa Nida Hanifah Djarnaji mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah anak untuk dimintai keterangan terkait video viral tersebut.

“Berdasarkan video yang viral ada lima orang yang kami amankan untuk diperiksa,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Gowa, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi mencatat enam anak yang diperiksa yang terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki masing-masing berinisial HI (12), AS (15), APA (13), NA (14), IF (13) dan SD (13). Sementara itu, korban diketahui berinisial NR (12).

Peristiwa perundungan itu disebut terjadi di Kecamatan Bajeng pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA. 

"Hingga kini penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut,” katanya. 

Dari hasil pemeriksaan awal, motif dugaan perundungan dipicu kesalahpahaman antarsiswi akibat ucapan yang dianggap menyinggung.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka gores di bagian leher. Polisi menyebut korban telah menjalani pemeriksaan dan mengajukan visum untuk kepentingan penyelidikan.

“Korban juga sudah mengajukan visum dan kami masih menunggu hasilnya. Namun, saat kami periksa langsung, terlihat ada luka goresan di leher korban,” terangnya.

Selain proses hukum, sambung dia, pihak kepolisian juga menaruh perhatian terhadap kondisi psikologis korban yang disebut masih mengalami trauma pascakejadian. 

Saat diperiksa, korban didampingi langsung oleh orang tuanya.

“Untuk saat ini penyidik tengah mendampingi korban agar mendapat pendampingan ke Dinas PPA ataupun Dinas Sosial,” kata dia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Cegat Kapal Sumud Flotilla, UBN Minta RI Tempuh Diplomasi Darurat
• 6 jam laludetik.com
thumb
Jakarta : Semarakkan Hari Falun Dafa Sedunia dan 34 Tahun Diperkenalkannya Falun Dafa ke Publik 
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Citra Scholastika Klarifikasi Usai Komentar soal Juri Pencarian Bakat Ramai Diperbincangkan, Tegaskan Satu Hal
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Area Eks Pedagang Taman Puring Jaksel Bakal Disulap Jadi Taman Difabel
• 10 menit laludetik.com
thumb
Motif Pria Lansia Nekat Bakar Toko Grosir Snack di Jombang, Sakit Hati Ditegur
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.