Liburan ke museum di Indonesia bakal punya pengalaman baru yang lebih seru. Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB) menyiapkan Museum Passport atau paspor museum, lengkap dengan cap atau stempel khas di tiap destinasi budaya.
Program ini diharapkan bisa menjadi cara baru menikmati wisata museum, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan, terutama generasi muda untuk menjelajahi museum dan situs bersejarah di Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan museum seharusnya bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, layaknya berkunjung ke pusat perbelanjaan atau tempat wisata populer lainnya.
Museum Passport resmi diperkenalkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional. Nantinya, pengunjung dapat mengumpulkan cap dari museum dan cagar budaya yang mereka kunjungi ke dalam buku paspor tersebut. Setiap museum juga akan memiliki desain stempel yang berbeda-beda, sehingga bisa menjadi koleksi unik bagi traveler.
"Semoga Museum Passport ini dapat menjadi langkah awal, langkah inovatif menjadikan pengunjung mengunjungi museum. Itu harus kita jadikan gaya hidup, seperti orang datang ke mal atau ke mana. Datang ke museum harus kita jadikan gaya hidup yang berbudaya,” kata Fadli Zon, seperti dikutip Antara.
Sementara itu, Kepala MCB Esti Nurjadin, menyebut paspor museum akan mulai dirilis pada 16 Juni mendatang, bertepatan dengan hari jadi MCB.
Saat ini sudah ada 18 museum dan 34 cagar budaya di bawah pengelolaan MCB yang siap menyediakan cap untuk pengunjung. Tidak hanya museum nasional, program ini juga akan melibatkan museum daerah, hingga museum swasta di berbagai kota.
Adapun konsep wisata berburu stempel museum ini terinspirasi dari tren koleksi cap yang populer di kalangan traveler dunia. Selain menjadi kenang-kenangan perjalanan, paspor tersebut juga diharapkan membuat pengalaman wisata budaya terasa lebih interaktif dan personal.
MCB menilai konsep ini cocok dengan karakter generasi Z dan Alpha yang menyukai pengalaman analog, estetik,, dan bisa dijadikan koleksi fisik.
Paspor museum nantinya dapat dibeli di IHA Shop atau toko suvenir milik MCB. Ke depannya, distribusi juga direncanakan melalui toko buku, agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dengan hadirnya Museum Passport, wisata museum di Indonesia diharapkan tidak lagi sekadar melihat koleksi, tetapi juga menjadi pengalaman “traveling sambil berburu cap” seperti yang populer di beberapa negara lain.




