JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Pokèmon dulu dikenal sebagai mainan anak-anak yang mudah ditemukan dan harganya murah.
Namun, saat ini, sebagian orang menganggap kartu Pokèmon sebagai sesuatu yang sangat berharga, bahkan menjanjikan keuntungan berlipat ganda.
Hobi koleksi kartu Pokèmon seolah membuka ladang penghasilan atau cuan baru untuk sebagian orang, salah satunya WY (38).
Baca juga: Perjalanan Kartu Pokemon, dari Mainan Masa Kecil jadi Investasi Ratusan Juta
Pria itu mengaku, mulai mengoleksi kartu Pokèmon lagi sejak tahun 2018, karena sejak kecil suka sekali dengan karakternya.
"Pertama kali beli di Penang, Malaysia karena iseng-iseng, awalnya suka dengan gambarnya lalu jadi ingin koleksi," ujar WY ketika dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2026).
Di tengah hobinya mengoleksi kartu Pokèmon, pada 2021, WY mendirikan kafe di Jalan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Dua tahun berjalan, pria itu melihat koleksi kartu Pokèmon semakin banyak digemari oleh teman-temannya.
Sampai akhirnya, WY coba-coba untuk menjual kartu-kartu Pokèmon koleksinya ke rekan-rekan sejawat.
Melihat bisnisnya itu berkembang pesat, ia pun melengkapi kafenya dengan toko kartu Pokèmon yang diberi nama Sultan Pokebab Card Shop.
Di toko itu, WY menjual berbagai jenis kartu Pokèmon dari harga puluhan ribu hingga juta rupiah.
Baca juga: Mengapa Harga Kartu Pokemon Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah?
Sering mengadakan turnamenSelain menjual kartu, Pokebab juga menjadi ruang para kolektor bertemu, karena sering mengadakan turnamen bermain kartu Pokèmon.
Turnamen di kafe itu dilaksanakan secara rutin dua kali dalam satu minggu di hari Selasa, Kamis, dan tambahan di hari weekend.
"Turnamen kecil-kecilan minimal delapan orang, maksimal 32 orang Local Game Store," sambung WY.
Biasanya, WY menarifkan biaya pendaftaran untuk ikut turnamen di kafenya sekitar Rp 25.0000 hingga Rp 50.000 per orang.
Untuk para pemain yang menang akan mendapatkan dua booster pack kartu Pokèmon dan promo gym battle dari AKG distributor resmi Pokèmon Indonesia.
Kartu-kartu itu bisa didapatkan secara gratis dan bisa digunakan untuk modal bermain lagi, jika pemain memenangkan satu kali pertandingan.
"Turnamen mingguan itu tujuannya untuk latihan, untuk persiapan mereka tanding di event besar," kata WY.
Baca juga: Diperiksa Bea Cukai Soekarno-Hatta gara-gara Kartu Pokemon, Wanita Ini Menangis Mengaku Ditekan
Omzet puluhan jutaKolektor lain bernama Bagir (37) juga memanfaatkan hobinya sebagai ladang cuan yang menjanjikan.
Meski belum memiliki toko offline, pria yang satu ini memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk mengembangkan bisnis berdagang kartu Pokèmonnya.
Biasanya, Bagir mempromosikan dagangan kartu Pokèmonnya lewat Insragram dan TikTok tokonya bernama @elite4.collectibles.
Selain itu, ia juga rutin membuka booth di berbagai event besar.
"Kami sering ikut acara komunitas seperti Indonesia Card Show (ICS). Di sana banyak vendor berkumpul. Penggemar baru biasanya lebih percaya membeli langsung di acara seperti ini karena bisa melihat barangnya langsung dan menghindari penipuan atau kartu palsu," ucap dia.
Ia bercerita, omzet berdagang kartu Pokèmonnya sangat dipengaruhi di event apa ia membuka booth.





