Ketahanan Fiskal di Persimpangan: Mengelola Defisit dan Ambisi Program Prioritas

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Mukarramah Syukur, S.Pd.,M.Ak.
Dosen FEB UNM

Belakangan ini, pembahasan mengenai kondisi fiskal negara semakin sering muncul di tengah masyarakat. Hal ini wajar karena pemerintah sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu bagaimana menjalankan berbagai program prioritas di saat kondisi anggaran negara juga sedang mendapat tekanan.

Pemerintah tentu memiliki banyak target pembangunan yang ingin dicapai. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga berbagai program bantuan sosial untuk masyarakat. Bahkan beberapa program baru juga membutuhkan anggaran yang sangat besar. Di satu sisi, program-program tersebut memang penting karena diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain, kemampuan keuangan negara juga memiliki batas.

Saat ini kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil. Nilai tukar rupiah masih sering mengalami tekanan, harga kebutuhan pokok cenderung naik, dan penerimaan negara juga belum sepenuhnya kuat. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus benar-benar cermat dalam mengatur pengeluaran negara agar defisit anggaran tidak semakin melebar.

Menurut saya, di sinilah pentingnya menjaga ketahanan fiskal. Negara memang perlu hadir melalui berbagai program prioritas, tetapi jangan sampai semua program dipaksakan tanpa mempertimbangkan kondisi anggaran. Karena kalau pengeluaran negara terlalu besar sementara pemasukan terbatas, maka dampaknya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Masyarakat mungkin tidak terlalu memikirkan istilah defisit fiskal atau rasio utang negara. Namun masyarakat pasti merasakan dampaknya ketika harga kebutuhan pokok naik, subsidi mulai berkurang, atau pelayanan publik menjadi kurang maksimal. Jadi sebenarnya kondisi fiskal negara sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam perspektif Islam, pengelolaan keuangan juga mengajarkan prinsip keseimbangan dan tidak berlebihan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Furqan ayat 67 bahwa orang-orang yang baik adalah mereka yang ketika membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak pula terlalu kikir, tetapi berada di tengah-tengah. Nilai ini sebenarnya sangat relevan dalam pengelolaan anggaran negara. Pemerintah perlu bijak dalam menggunakan anggaran agar pembangunan tetap berjalan tanpa menimbulkan beban yang terlalu berat di masa depan.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa anggaran yang digunakan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai masih ada program yang hanya terlihat besar secara konsep tetapi manfaatnya kurang dirasakan masyarakat. Dalam kondisi anggaran yang terbatas, efisiensi, transparansi, dan amanah menjadi hal yang sangat penting.

Menurut saya, pemerintah perlu lebih fokus pada program yang benar-benar mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat. Ambisi pembangunan memang penting, tetapi pengelolaan keuangan negara juga harus tetap sehat. Karena pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya soal banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga soal kemampuan negara menjaga kestabilan ekonomi dalam jangka panjang.

Ketahanan fiskal bukan berarti pemerintah harus berhenti membangun. Justru ketahanan fiskal adalah cara agar pembangunan bisa terus berjalan secara berkelanjutan tanpa memberikan beban yang terlalu berat di masa depan. Dengan pengelolaan yang bijak, adil, dan penuh tanggung jawab, pembangunan tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade Bergerak Bantu Maulana, Balita Korban KDRT Ayah Kandung Kini Mulai Ceria
• 15 jam laludetik.com
thumb
Veda Ega Pratama Masih “Raja” Rookie Moto3 2026, Belum Tersentuh Brian Uriarte dan Hakim Danish
• 23 jam laluharianfajar
thumb
‎Alasan Carlo Ancelotti Kembali Panggil Neymar ke Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Dia Masih Punya Kualitas Besar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Poros Jeneponto Mencekam, Konten Kreator Asal Bantaeng Dihadang Pria Bersajam
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Breaking News! Dolas AS Tembus Rp17.700
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.