Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Rupiah bahkan kembali menembus level psikologis baru.
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.13 WIB, rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.700/US$.
Pelemahan ini berlanjut setelah rupiah sudah dibuka melemah pada awal perdagangan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah berada di level Rp17.650/US$ atau melemah 0,06%.
Tekanan terhadap rupiah terjadi meski indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah. DXY turun 0,11% ke posisi 99,094.
Dengan pelemahan ini, rupiah kembali mencetak tekanan berat dan mendekati area terlemah sepanjang sejarah. Pelaku pasar masih mencermati sentimen dari dalam dan luar negeri, terutama Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dimulai hari ini serta perkembangan harga minyak dan konflik Iran.
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google




