EtIndonesia. Pernahkah Anda melihat kipas yang dibuat dari pelepah daun pinang? Seorang perajin dari Zhongpu, Chiayi, Taiwan, bernama Liao Yongquan, memanfaatkan kreativitas dan teknik tradisional untuk mengubah pelepah pinang menjadi karya kerajinan yang menakjubkan.
Berbagai macam topeng wajah opera tradisional Tiongkok, tas bergaya modern, peralatan rumah tangga, hingga karya seni tempel dengan teknik “剪黏” (potongan tempel keramik tradisional) berbentuk naga megah dan angsa dipamerkan dalam acara tersebut. Semua karya tetap mempertahankan tekstur alami pelepah daun, sehingga tampak sangat unik dan memukau.
Pelepah Pinang Bekas Menjadi Karya Seni (NTD)“Saat masih kecil dan duduk di sekolah dasar, kami sering bermain dengan pelepah pinang, menariknya satu per satu dari lereng bukit. Waktu itu, pelepah pinang adalah mainan kami. Sekarang benda itu bisa didaur ulang, sekaligus membawa semangat budaya lokal. Barang seperti ini sebenarnya bisa dipakai dan juga dijadikan dekorasi,” kata sekretaris Utama Kantor Kecamatan Zhongpu, Wang Yao-can.
Mantan Ketua Lions Club Chiayi Tengah, Ye Yaozhen, mengatakan: “Generasi kakek-nenek dulu biasa memotongnya menjadi kipas untuk mengusir panas. Barang yang dulunya dianggap limbah kini bisa diubah menjadi perlengkapan hidup sehari-hari. Pemanfaatan sumber daya seperti ini sangat baik.”
Pelepah Pinang Bekas Menjadi Karya Seni (NTD)Kepala Sekolah Dasar Zhongpu, Lin Junliang, juga mengatakan: “Produk pertanian khas daerah bisa diubah menjadi seni dalam kehidupan sehari-hari. Saya percaya ini sangat membantu menjaga memori dan ikatan masyarakat dengan tanah kelahirannya.”
Setiap tahun pada April dan Mei merupakan musim gugurnya daun pinang. Liao Yongquan, yang memiliki latar belakang seni rupa, menghabiskan dua hingga tiga tahun untuk mempelajari karakteristik pelepah pinang. Ia juga mengajar warga di komunitas setempat untuk mengolah pelepah pinang yang tampak biasa menjadi karya kreatif melalui proses daur ulang dan inovasi.
Salah satu peserta komunitas, Ye Zhi-an, mengatakan: “Pelepahnya harus dijemur dulu, lalu dipres hingga rata sebelum direkatkan. Semakin lama membuatnya, semakin banyak ide kreatif yang muncul. Menjahitnya sangat sulit karena bahannya keras, sampai tangan saya terluka.”
Perajin Liao Yongquan (Tangkapan layar NTD)Perajin Liao Yongquan menjelaskan: “Serat alami pelepah pinang memiliki kilau berminyak yang sangat indah. Bahan yang dipilih harus berkualitas baik. Saat membuat kerajinan, kita harus membentuknya sebelum terlalu kering. Ketika memotongnya juga harus sangat hati-hati, karena arah seratnya ada yang vertikal dan horizontal. Jika salah arah, seluruh lembaran bisa rusak dan tidak dapat digunakan.”
Pihak kantor kecamatan menyatakan bahwa transformasi limbah pertanian menjadi karya seni bernilai tinggi ini bukan sekadar sebuah pameran seni, tetapi juga bukti bahwa lewat tangan kreatif manusia, lingkungan dan estetika dapat berpadu menghasilkan kemungkinan tanpa batas.
Laporan liputan oleh NTDTV Asia Pasifik dari Chiayi, Taiwan





