EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 17 Mei mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Hamas di Gaza, Izz al-Din Haddad, telah tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan Kota Gaza pada 15 Mei. Israel menyebut keberhasilan ini sebagai kemenangan besar dalam operasi militer terbaru di Gaza.
Israel Defense Forces menyatakan bahwa Haddad merupakan salah satu perencana utama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Ia juga dianggap sebagai tokoh penting yang terus membangun kembali organisasi Hamas setelah gencatan senjata serta menghambat upaya pelucutan senjata Hamas.
Menurut laporan, Haddad mengambil alih komando militer wilayah Gaza setelah mantan kepala militer Hamas, Mohammed Sinwar, tewas pada Mei tahun lalu. Karena bergerak sangat rahasia dan beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan Israel, Haddad dijuluki “Hantu Qassam” di dalam organisasi tersebut.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan:“Pada akhir pekan ini kami berhasil melenyapkan pembunuh nomor satu, Izz al-Din Haddad. Dia pada dasarnya adalah tokoh nomor satu Hamas di Jalur Gaza dan pemimpin cabang militernya. Kini dia telah dieliminasi. Teroris keji ini telah membunuh, melukai, dan menculik ribuan warga sipil Israel serta tentara Pasukan Pertahanan Israel.”
Militer Israel menyebutkan bahwa hingga saat ini mereka telah menewaskan ribuan anggota Hamas tingkat bawah dan menghancurkan sebagian besar gudang persenjataan organisasi tersebut.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel kini menguasai sekitar 60% wilayah Jalur Gaza.
Sumber : NTDTV.com




