JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, belum sepenuhnya padam hingga Selasa (19/5/2026) siang.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan asap hitam tebal masih membumbung tinggi dari reruntuhan bangunan, meski kebakaran sudah berlangsung lebih dari 20 jam sejak pertama kali terjadi pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kondisi tersebut menandakan bara api di bagian dalam tumpukan material plastik masih menyala, meski titik api telah berhasil dilokalisasi petugas.
Baca juga: Gudang Plastik Terbakar 19 Jam di Kapuk Jakbar, Kini Masih Pendinginan
Halaman gudang tampak dipenuhi sisa air pemadaman dan puing bangunan yang roboh.
Atap dan sebagian tembok bangunan juga terlihat ambruk akibat kebakaran.
Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran masih disiagakan di lokasi.
Petugas juga mengerahkan armada Bronto Skylift untuk menyemprotkan air dari bagian atas ke titik-titik reruntuhan dan sisa material plastik yang terbakar.
Baca juga: Penampakan Gudang 1.494 Motor Ilegal di Jaksel, Sebagian Masih Terbungkus Plastik
Beberapa kali api sempat padam dan asap berkurang, tetapi kembali muncul dari tumpukan material plastik di dalam gudang.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses pemadaman terkendala banyaknya material plastik yang menumpuk di dalam gudang.
“Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu,” ujar Syaiful kepada Kompas.com, Selasa pagi.
Menurut dia, petugas saat ini tengah berkoordinasi dengan pemilik gedung untuk mendatangkan alat berat berupa ekskavator atau beko.
Baca juga: 2 Rumah di Pondok Bambu Jaktim Terbakar, Diduga karena Korsleting
Alat berat tersebut diperlukan untuk mengurai tumpukan material yang masih terbakar agar proses penyemprotan air dapat menjangkau sumber panas di bagian bawah.
“Jadi kita lagi koordinasi sama pemilik gedung biar disiapin beko (ekskavator), jadi entar diurai baru disemprotin gitu. Pakai beko dulu diurai baru kita semprotin. Kalau enggak begitu nanti berlarut terus, besok panggil kita,” ungkap Syaiful.
Meski api belum sepenuhnya padam, Syaiful memastikan titik api sudah berhasil dilokalisasi sejak Senin malam.
“Lokalisir itu sudah enggak bergerak, itu sekitar jam 12 malam kita sudah lokalisir gitu, apinya sudah enggak ke mana-mana lagi. Kalau api sih sampai jam 02.00 WIB tadi api juga masih merah, tapi enggak ke mana-mana, sudah di situ aja tuh,” jelas dia.





