BNPB: Banjir landa tiga provinsi akibat hujan deras 24 jam terakhir

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa banjir dari luapan air sungai karena intensitas hujan yang tinggi tersebut mengakibatkan ribuan rumah warga serta fasilitas publik terendam, hingga memaksa sebagian warga mengungsi.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan di Provinsi Sulawesi Tengah, banjir melanda Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (18/5). Bencana ini berdampak pada 66 warga serta merendam 66 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum.

Sementara itu, banjir cukup besar melanda Provinsi Kalimantan Selatan yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di Tapin, sebanyak 155 unit rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, terendam banjir yang berdampak pada 589 jiwa.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, luapan air merendam tiga wilayah kecamatan dengan dampak kerusakan mencapai 2.489 rumah warga, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasilitas pendidikan, dan 15 unit perkantoran, dengan tinggi muka air berkisar antara 10-60 sentimeter.

Sementara di Pulau Jawa, banjir melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat meluapnya air sungai ke permukiman warga di empat wilayah kecamatan.

Tercatat sebanyak 1.363 unit rumah terendam dan berdampak pada 5.139 jiwa, dengan 30 warga di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

"Kondisi terkini di Parigi Moutong dan Cirebon dilaporkan banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, petugas BPBD di masing-masing daerah terus bersiaga untuk melakukan penanganan darurat, kaji cepat, serta evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Abdul Muhari.

Menyikapi masih tingginya curah hujan, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Dalam hal ini masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri ke jalur yang aman jika hujan lebat terjadi dalam durasi yang lama.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI
• 23 jam laludisway.id
thumb
WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, 80 Orang Sudah Tewas Terjangkit
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Posyandu untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Desa
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Wamensos Ungkap Peran Tagana dalam Penanganan Bencana
• 19 jam laludetik.com
thumb
Paling Intuitif, 6 Zodiak yang Disebut Bisa Menebak Masa Depan
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.