JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengakui pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI jarang berbicara di depan publik untuk menjelaskan berbagai isu lantaran takut kepleset dalam berbicara.
"Sering timbul banyak pertanyaan: kenapa itu Pimpinan Kemhan dan Pimpinan TNI, Kepala Staf Angkatan, tidak banyak berbicara terhadap berbagai isu? Saya kira Bapak-Bapak sudah tahu isunya," kata Sjafrie dalam rapat Komisi I DPR RI, Selasa, 19 Mei 2026.
Menhan menjelaskan, Kemhan dan TNI bekerja berdasarkan prinsip line of command dan unity of command sebagai bagian dari instrumen pertahanan negara di bawah Presiden selaku panglima tertinggi.
BACA JUGA:Istana Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi Usai 5 WNI Ditahan Israel
Karena itu, komunikasi kepada publik lebih banyak disalurkan melalui DPR, khususnya Komisi I yang menjadi mitra kerja Kemhan dan TNI.
"Jadi kalau kami sempat berbicara ke luar, khawatir mohon maaf teman-teman (takut) terpeleset kata-katanya. Tapi kalau kami berbicara di sini, itu ada akuntabilitas dan ada legitimasi, sehingga kami memang melaporkan apa yang kami kerjakan kepada rakyat melalui representasinya di Komisi I," jelasnya.
Menhan juga menegaskan sikap tersebut bukan berarti Kemhan dan TNI menutup komunikasi dengan masyarakat.
Justru, kata Menhan, forum rapat terbuka bersama DPR menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada publik.
"Ini memang yang kita jaga bersama, tetapi bukan berarti kami menutup komunikasi dengan kedaulatan rakyat. Yang kita ketahui bahwa kedaulatan rakyat itu ada di tangan rakyat yang sepenuhnya memilih representasinya di Dewan Perwakilan Rakyat," imbuhnya.
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Hari ini 19 Mei 2026 Kembali Melemah di Tengah Tekanan Global, Ini Dampak Bagi Masyarakat
"Jadi kami merasa bersemangat apabila kami harus berbicara di Komisi I dan diketahui oleh media secara terbuka, sehingga ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan daripada keterbukaan kami dalam rangka komunikasi publik," tutupnya.





