DEPOK, KOMPAS.com - Penulis buku, Ahmad Bahar, buka suara soal penyebab rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).
Belasan orang tersebut juga membawa putrinya yang bernama F (33), saat tidak menemukan keberadaan Ahmad Bahar di rumah.
Menurut Ahmad, duduk perkara dirinya berurusan dengan GRIB Jaya karena nomor WhatsApp miliknya diretas pada Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Anak Penulis Ahmad Bahar Dipaksa Ikut ke Markas GRIB agar Ayahnya Bertemu Hercules
Peretasan terjadi menjelang pukul 18.00 WIB, saat Ahmad hendak pergi ke masjid.
Peretasan juga terjadi pada nomor WhatsApp putrinya, F.
"Nomor saya sama nomor anak, dua-duanya (diretas)," ujar Ahmad saat dijumpai Kompas.com di kediamannya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).
Baca juga: GRIB Jaya Bantah Kepung Rumah Penulis Ahmad Bahar, Klaim Hanya Minta Klarifikasi
Peretasan awalnya terjadi saat muncul perintah memasukkan OTP di WhatsApp keduanya.
Setelahnya, nomor Ahmad dan Putrinya tidak bisa diakses selama beberapa jam pada Kamis malam.
Ahmad menduga, pada saat diretas itulah nomor WhatsApp keduanya mengirimkan pesan-pesan kepada sejumlah nomor tertentu.
Baca juga: Anggota GRIB Jaya Sempat Geledah Rumah Cari Keberadaan Penulis Ahmad Bahar
Menurut penuturan pihak GRIB Jaya, nomor WhatsApp milik Ahmad dan anaknya, F, menyampaikan pesan dan video bernada ancaman kepada empat orang.
Menurut penuturan Ahmad, video yang dikirim lewat nomornya saat diretas berisi potongan video yang pernah dibuatnya, tetapi sudah dimodifikasi oleh AI.
Ahmad mengakui, ia sempat membuat video tanggapan soal konflik antara Amien Rais dengan Hercules.
Baca juga: Ponsel Anak Penulis Ahmad Bahar Diretas, Kirim Ancaman ke Ketum GRIB Hercules
Video itu diunggah di akun TikTok miliknya.
"Ada berita nih. Nah kita video. Waktu itu kan sebenarnya menanggapi oke Pak Amin mungkin menyinggung Mayor Teddy kemudian Pak Hercules membalasnya mengata-ngatain 'Jangan macam-macam'," jelas Ahmad.