Tekanan Rupiah Belum Parah, APBN Stabilkan Kurang dari Rp2 T per Hari

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum terlalu parah, sehingga ia hanya mengandalkan dana dari APBN untuk mengendalikan sentimen di pasar surat utang negara senilai Rp 2 triliun per hari.

Bila tekanan sudah sangat berat, ia mengatakan, pemerintah baru menggunakan skema pemanfaatan dana Bond Stabilization Fund (BSF) yang turut melibatkan badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.


Baca: IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 3%, Bukan Cuma Gara-Gara Saham MSCI

"Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMV (special mission vehicle/BLU) dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Purbaya mengatakan, dari total dana Rp 2 triliun yang disiapkan per hari untuk stabilisasi sentimen di pasar obligasi itu, yang baru termanfaatkan untuk intervensi surat berharga negara (SBN) yang dilepas investor global pun baru senilai Rp 600 miliar. Ia mengganggap nilai anggaran untuk buback surat utang pemerintah itu pun terbilang kecil.

Baca: Begini Pergerakan Rupiah di 2026 dari Rp 16.600 ke Rp 17.700

"Kemarin aja saya sudah targetkan Rp 2 triliun, hanya dapat Rp 600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," ucap Purbaya.

Angka Rp 600 miliar itu kata dia setara dengan SBN pemerintah yang dilepas investor asing. Purbaya mengatakan, intervensi pemerintah di pasar obligasi itu sudah berjalan sejak Kamis pekan lalu hingga kemarin hari.

"Dari Kamis minggu lalu sedikit. Kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa," paparnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemerintah Aktifkan Lagi Dana Stabilitas Obligasi untuk Rupiah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Bayi Baru Lahir Dibuang di Anyer, Pelakunya Ibu dan Nenek
• 6 jam laludetik.com
thumb
Menyoal Urgensi Kewenangan Hitung Kerugian Negara di UU Tipikor
• 13 jam lalukompas.com
thumb
2.000 Lebih Personel Keamanan Siap Amankan Laga Pamungkas Persib di BRI Super League 2025/2026
• 1 jam lalubola.com
thumb
Trump Ultimatum Mengerikan ke Iran: “Tanda Tangan atau Dimusnahkan!” Dunia Menunggu 24 Jam Penentuan
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.