Pegiat media sosial sekaligus penulis Rumail Abbas mengungkapkan bahwa banyak masyarakat jatuh miskin akibat kebijakan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie dalam memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada 1998–1999.
Pada saat itu, salah satu langkah strategis yang diambil Habibie adalah dengan menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hingga 70%.
“Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibie menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak,” tulisnya di akun X, Selasa (19/5).
Kebijakan tersebut, menurutnya, menimbulkan efek domino berupa kenaikan pajak, penjualan aset negara, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membuat rakyat jatuh ke garis kemiskinan. “Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal. Kita miskin waktu itu lho,” jelasnya.
Seorang ekonom bahkan menyebut penguatan rupiah saat itu hanya sebagai “kemenangan semu”. Rumail menegaskan, jika pola serupa diterapkan sekarang, kondisi ekonomi Indonesia bisa hancur. “Kalau mau dicoba seperti itu di masa sekarang, ya hancur negara ini,” ucapnya.
Rumail juga menceritakan pengalaman masa kecilnya setelah rupiah menguat dan kursi kepresidenan beralih ke Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999–2001.
Waktu krisis 98, saya masih kecil (usia SD). Bahkan terlalu kecil untuk memahami apa yang sedang terjadi dengan negeri ini. Karena cuma ngerti main gundu dan layang-layang di sawah.
“Waktu krisis 98 saya masih SD, terlalu kecil untuk memahami negeri ini. Sewaktu Gus Dur jadi presiden, yang saya ingat cuma satu: saat puasa sekolah libur sebulan penuh. Tapi orang tua saya bikin telur goreng dicampur tepung dan dedaunan supaya cukup dimakan empat-lima mulut. Saya sangat kurus waktu itu, karena kemiskinan,” kenangnya.
Ia pun meminta agar narasi heroik Habibie dalam menurunkan kurs dolar tidak terus diglorifikasi. “Milenials seperti saya punya trauma tidak menyenangkan untuk masa-masa itu,” ujarnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Ada Satu Instrumen yang Belum Dikeluarkan BI
Baca Juga: Tanpa Gubernur BI, Rupiah Disebut Sudah Jatuh ke Rp19 Ribu
Seperti diketahui, Presiden ke-3 B.J. Habibie berhasil memulihkan nilai tukar rupiah dari titik terburuknya Rp16.800 per dolar AS menjadi Rp6.500 per dolar AS lewat kombinasi kebijakan moneter ketat, restrukturisasi perbankan total, dan pemulihan kepercayaan pasar.
Meskipun mempunyai latar belakang Meskipun latar belakang beliau adalah seorang ahli aeronautika dan bukan ekonom, Habibie berhasil menghentikan "deflasi spiral" hanya dalam waktu 17 bulan masa jabatannya.





