Melebur Tawuran di Sasana Tinju Pasar Rebo

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Ada nuansa baru di kolong jembatan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ejekan, umpatan, dan saling serang antarbasis berganti riuh sarung tinju menghantam samsak, decit matras beradu dengan kaki, dan teriakan pelatih.

Selama ini kolong jembatan layang (flyover) Pasar Rebo kurang terurus. Selain persinggahan gelandangan, lokasi ini kerap dijadikan sebagai arena tawuran berdarah.

Sasana tinju dibangun sejak awal tahun 2026. Bukan sekadar fasilitas olahraga, sasana ini menjadi tempat menyalurkan energi untuk mengurangi tawuran. Tawuran merupakan masalah sosial menahun, bahkan akut, di Jakarta dan sekitarnya.

Senin (18/5/2026) sore, belasan muda-mudi sedang berlatih pada area seluas 247 meter persegi di kolong flyover itu. Sebagian di antaranya bergantian menggunakan ring tinju berukuran 9,5 meter × 9,5 meter.

Bintang (22) salah satunya. Kedua sarung tinjunya menempel untuk melindungi wajah. Sementara siku tangannya merapat ke rusuk.

Tangan kanannya kemudian meluncur cepat sesuai arahan pelatih. Seketika terdengar suara sarung tinju menghantam sasaran. "Daripada kami tawuran di jalan, lebih baik ada wadah boxing (tinju)," ujar Bintang.

Dulu ia lebih banyak melakukan kegiatan negatif, seperti tawuran, daripada berolahraga. Baru belakangan karyawan swasta ini menyadari bahwa tawuran merugikan dirinya, orangtua, dan orang-orang di sekitarnya.

Bintang mantap menyarankan remaja masa kini untuk berhenti tawuran, apalagi sampai terjerumus narkoba. Alangkah baiknya menyibukkan diri dengan olahraga, misalnya, tinju atau joging.

"Saya merasa lebih bisa mengendalikan emosi. Enggak asal-asalan seperti sebelumnya. Kalau disenggol orang, minta maaf terus pergi daripada harus baku pukul di jalan," ujarnya.

Meida Zaskia Bella (17) mengutarakan hal serupa. Remaja sepertinya jadi punya wadah untuk menyalurkan minat dan bakat. "Daripada tawuran, lebih baik ikut kegiatan positif, seperti latihan boxing, kickboxing, atau muaythai," kata Meida.

Sudirman (54), pelatih tinju, mengamini apa yang dirasakan dua murid tinjunya itu. Fasilitas olahraga cukup ampuh mengurangi tawuran di kolong flyover Pasar Rebo dan sekitarnya.

"Kami ingin mereka-mereka ini bisa jadi atlet. Daripada tawuran tidak karuan, ribut di jalanan, kan rugi juga buat orangtua mereka," kata Sudirman.

Baca JugaTawuran, Perang Tanpa Alasan yang Terus Memanaskan Jakarta
Baca JugaDi Manggarai, Tawuran Bisa Terjadi Kapan Saja 
Melawan tawuran

Sasana tinju itu dibangun pada awal 2026. Sasana itu kemudian diresmikan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung pada Senin (18/5/2026) sore.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, melaporkan bahwa tawuran berkurang signifikan di kawasan tersebut sejak ada wadah olahraga. Jumlah kasus tawuran turun dari 132 kejadian pada tahun 2025 menjadi 55 kejadian sepanjang tahun 2026.

Menurut Munjirin, semuanya tak lepas dari komunikasi dengan kelompok yang kerap tawuran di kolong flyover Pasar Rebo. Dialog tersebut lalu menghasilkan kesepakatan pembangunan sasana tinju.

"Selama ini pemuda-pemudi itu latihannya kalau tidak ke Bulungan, Jakarta Selatan atau ke Menteng, Jakarta Pusat. Cukup jauh karena tidak ada fasilitas di Jakarta Timur," kata Munjirin.

Sasana tinju ini berada di bawah pengelolaan Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas. Sementara operasionalnya oleh komunitas tinju.

Jam operasionalnya mulai dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB setiap Senin-Sabtu. Tujuannya menyediakan sarana olahraga bagi publik secara gratis sekaligus mengoptimalkan ruang terbuka hijau. "Ada permintaan lagi dari kelompok-kelompok warga agar ada wadah serupa," katanya.

Sebelum sasana tinju diresmikan, Pramono berbincang dengan muda-mudi dan pelatih tinju di lokasi tersebut. Ia menjanjikan bakal membangun satu sasana tinju lagi di Kampung Melayu.

"Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi anak-anak muda yang ada di Jakarta Timur supaya energinya itu tersalurkan, lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi berantem di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta," kata Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecam Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla dan Jurnalis Indonesia, MUI Sebut Bentuk Ketakutan Israel
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyuap Mantan Bupati Bekasi Ade Kunang Divonis 3 Tahun 3 Bulan Penjara
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ancaman Kenaikan Harga Pangan Impor Kala Rupiah Melemah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Rupiah Berpotensi Menguat Usai Trump Sebut Tunda Serangan ke Iran
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.