REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon menyebabkan sejumlah sungai meluap. Luapan air itupun mengakibatkan jalur utama Pantura Kabupaten Cirebon menjadi lumpuh, Selasa (19/5/2026) pagi.
Hal itu seperti yang terjadi di jalur pantura Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Beringin itu menerjang areal persawahan hingga meluap ke jalur Pantura sepanjang kurang lebih satu kilometer.
- Revitalisasi Tambak Pantura Ditentang, Lucky Hakim Dapat Oleh-Oleh Biawak dari Petambak Indramayu
- Tawuran Dua Lawan Dua di Jalur Pantura Indramayu Berujung Maut, Seorang Pelajar Tewas
- Bus Mogok di Pantura Indramayu, Rombongan Calhaj Asal Bekasi Nyaris Terlambat Terbang
Ketinggian air yang menggenangi jalur pantura bervariasi hingga sekitar 60 sentimeter. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar lima kilometer karena jalanan tertutup genangan air.
Genangan banjir itu bahkan terjadi di kedua jalur, baik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. Kendaraan di kedua arah tak berani melewati genangan air yang cukup tinggi dan berarus lumayan deras.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Sejumlah kendaraan yang berani melewati ruas jalan itu hanyalah kendaraan-kendaraan besar, dengan kecepatan yang sangat rendah. Sedangkan kendaraan lainnya, terlihat menepi atau putar balik mencari jalan alternatif. Banyak kendaraan roda dua yang mogok karena memaksakan diri untuk menerjang banjir.
Kondisi banjir itupun membuat aktivitas warga menjadi terhambat. Bahkan, tak sedikit yang akhirnya batal bernagkat kerja karena tidak bisa lewat.
Hal itu seperti yang dialami seorang pegawai di salah satu kantor pemerintahan di Kota Cirebon, Juju Juhaeriyah (45 tahun). Ia mengaku sebelumnya sudah berangkat dari rumah dengan membonceng sepeda motor bersama suaminya sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun, banjir yang merendam jalur pantura Cirebon membuat laju sepeda motor yang ditunggangi oleh Juju dan suaminya tak bisa melintas. Mereka pun berputar arah dan mencoba mencari jalur alternatif.
“Airnya lumayan tinggi dan deras sekali,” ucap perempuan asal Desa/Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon itu.
Juju kemudian melalui jalur alternatif dengan berputar melewati areal persawahan dan rumah warga. Namun ternyata, kondisi jalanan pun sama-sama terendam banjir. Begitu pula di salah satu jalan alternatif yang memiliki jembatan, banjir dari sungai bahkan sampai melewati ketinggian jembatan.
Setelah cukup lama berputar-putar mencari jalur alternatif, Juju akhirnya menyerah karena semua jalan terendam banjir. Ia akhirnya terpaksa meminta izin kepada pimpinannya untuk tidak berangkat kerja hari ini.
"Alhamdulillah diizinkan sama atasan," katanya.




