KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Israel membebaskan segera seluruh aktivis yang mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla. Otoritas Malaysia menyatakan 16 warga negaranya ditahan Israel dari pelayaran tersebut.
Anwar Ibrahim menuntut Israel agar para aktivis yang ditahan tidak diperlakukan secara zalim. Anwar menyebut para aktivis yang berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla sebatas membawa suara perdamaian dan kemanusiaan.
"Saya sedang bekerja sama erat dengan para pemimpin negara-negara sahabat untuk memastikan seluruh aktivis yang ditahan oleh rezim Israel segera dibebaskan," dikutip Antara, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Penembakan di Masjid San Diego AS, KJRI Pastikan Tak Ada Korban WNI
Sementara itu, Direktur Jenderal Komando Pusat Sumud Nusantara (SNCC) Sani Araby Abdul Alim Araby mengatakan kapal Global Sumud Flotilla dicegat secara agresif oleh militer Israel di perairan dekat Siprus.
Sani Araby menyebut 16 warga Malaysia yang ditangkap Israel berlayar dalam 8 kapal berbeda. Menurutnya, tindakan Israel tersebut melanggar hukum internasional dan kebebasan navigasi.
"Ketika insiden terjadi, flotilla berada sekitar 241 mil laut dari pesisir Gaza, di perairan internasional yang diakui hukum maritim internasional seperti tertulis dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), di luar blokade negara mana pun," kata Araby dikutip Bernama.
Menurutnya, para aktivis yang ditahan dari Global Sumud Flotilla diperkirakan akan dibawa ke "penjara apung" Israel.
Sani Araby menyebut taktik ini digunakan Israel untuk menahan aktivis lebih lama dan menghindari tekanan internasional secara hukum.
"Kapal penjara adalah kapal Angkatan Laut yang bisa mengakomodasi banyak orang dan digunakan sebagai fasilitas penahanan," kata Sani Araby.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- global sumud flotilla
- anwar ibrahim
- warga malaysia sumud flotilla
- israel
- global sumud flotilla dicegat israel





