Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan pembentukan seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jabar yang berjumlah sekitar 3.600 unit dapat selesai pada akhir Juli 2026 sesuai arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap keberadaan Koperasi Merah Putih mampu menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan demikian, masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari, terutama bahan pangan dan energi. "Jadi tidak ada lagi ke depan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya," ucap Erwan Setiawan, Selasa (19/6/2026).
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina melaporkan bahwa dari target 5.957 koperasi, sebanyak 5.706 koperasi telah siap dibentuk, terdiri dari koperasi baru (5.349 unit), pengembangan koperasi (347 unit), dan revitalisasi koperasi (10 unit).
Namun demikian, masih terdapat 3.648 desa/kelurahan yang belum melaksanakan musyawarah desa (mudes) khusus sebagai tahap awal pembentukan KDKMP. Sementara itu, 336 koperasi tengah dalam proses pengesahan akta notaris, 8 di antaranya telah resmi berbadan hukum.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata ekonomi kerakyatan. Dia menekankan koperasi ini bukan alat politik, melainkan murni untuk kepentingan rakyat dan negara.
Baca Juga
- Pembangunan 64 Titik Koperasi Merah Putih di Batam Terus Dikebut
- Peresmian Koperasi Merah Putih, Bobby Nasution Sebut Koperasi Penguat Ekonomi Rakyat
- Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Agustus 2026
"Koperasi ini tidak ada birunya, tidak ada merahnya, tidak ada hijaunya. Koperasinya merah-putih. Artinya, kepentingannya negara," tegasnya.
KDM – sapaan akrab gubernur menjelaskan koperasi desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pupuk, layanan kesehatan, pakaian, hingga daging saat hari raya. "Uangnya akan muter dari desa ke desa, dari kelurahan ke kelurahan, dari tangan rakyat ke tangan rakyat," tambahnya.





