Polisi telah menetapkan kiai pimpinan pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur, sebagai tersangka pencabulan belasan santri laki-laki. Warga sekitar mengenal pelaku sebagai sosok yang tertutup dan jarang berbaur dengan masyarakat.
Salah seorang warga sekitar, Karti, mengaku selama ini tak pernah menaruh curiga terhadap aktivitas di pondok tersebut. Ia mengatakan, kesehariannya hanya melihat para santri datang membeli makanan di warungnya.
"Enggak ngira, wong saya enggak tahu ke situ. Saya di rumah saja," kata Karti dilansir detikJatim, Selasa (19/5/2026).
Karti mengatakan pondok pesantren tersebut memiliki banyak santri, baik laki-laki dan perempuan. Usai kasus tersebut mencuat, suasana pondok disebut sempat ramai karena kedatangan keluarga santri yang menjemput anak-anak mereka.
"Yang ramai itu putri-putri dijemput orang tuanya atau saudaranya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sawahan, Desa Pulosari, Tukimun, mengaku pihak dusun dan warga awalnya tidak mengetahui adanya pencabulan terhadap belasan santri tersebut. Mereka baru mengetahui setelah kasus masuk proses hukum.
"Kalau warga tidak mengira. Tahunya kan pondok, masak terjadi semacam itu. Dan itu seorang kiai," ucap Tukimun.
Baca selengkapnya di sini
(ygs/gbr)





