Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas) meresmikan fasilitas hunian untuk aparatur sipil negara (ASN) di Cikarang Barat, dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di dalam pembangunannya memanfaatkan FABA (fly ash bottom ash) dari Lapas Kelas 1 Tangerang.
"Di mana bahan bangunan yang digunakan di perumahan ini memanfaatkan FABA (fly ash bottom ash) yang merupakan limbah sisa pembakaran PLTU, PLN, yang diolah secara produktif menjadi struktur rumah, bataton, paving block oleh tangan-tangan terampil warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang," ujar Menteri Imigrasi Agus Andrianto dalam sambutannya di Cikarang, Banten, Selasa (19/5/2026).
Agus mengatakan ini adalah kesempatan yang sangat baik. Dia meminta jajaran bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga arah bijak pemerintah kita implementasikan.
"Dan ini kita tidak lepas daripada dukungan semua pihak. PLN terutama yang sudah dari awal menginisiasi kegiatan pemanfaatan limbah FABA, bukan hanya di Tangerang, tapi juga di Nusakambangan, bahkan di beberapa tempat di lapas dan rutan di Indonesia ada delapan kalau tidak salah yang sudah mendapat bantuan limbah FABA dari PLN," ucapnya.
"Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi harga yang terjangkau, rumah murah, baik yang nantinya bisa dinikmati bukan saja oleh pegawai, tapi juga dinikmati oleh masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, Kemenimipas me-launching Fasilitas Rumah ASN Kemenimipas Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat digelar di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (19/5). Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai.
"(Ini) upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyejahterakan pegawai melalui penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, terjangkau yang merupakan fondasi awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima," ucapnya.
Pada tahap awal, 34 dan 9 rumah toko (ruko) dari 60 bangunan di Casa De Prima sudah rampung. Kemudian, di Cikarang Pusat sebanyak 78 unit ditargetkan dimulai pada awal Juni 2026.
Selain itu, lanjut Agus fasilitas perumahan ini juga didukung oleh KPR dari PT BRI. Suku bunga 7,5 persen flat selama 25 tahun merupakan dukungan penting bagi pegawai untuk mempermudah kepemilikan hunian yang dekat, berlokasi strategis untuk akses tempat bekerja bagi para pegawai.
(dvp/maa)





