Grid.ID – Menjelang hari raya Idul Adha 1445 H, pendakwah Ustaz Solmed dan istri, April Jasmine, mulai sibuk mempersiapkan hewan kurban. Tahun ini, Ustaz Solmed berkurban untuk keluarga inti, tetapi juga mengajak para karyawannya untuk ikut serta.
Saat ditemui di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Ustaz Solmed terlihat sedang meninjau beberapa sapi pilihan di kandang milik rekannya. Ia mengungkapkan bahwa jatah kurban sapi yang biasanya diperuntukkan bagi tujuh orang akan ia bagikan sebagian untuk para staf yang bekerja dengannya.
“Satu sapi itu kan bisa buat tujuh orang. Jadi memang seperti yang saya sampaikan, setelah keluarga, mungkin nanti ada siapa-siapa yang berkenan, seperti karyawan-karyawan,” ujar Ustaz Solmed, Selasa (19/5/2026).
Meski begitu, pria bernama asli Sholeh Mahmoed Nasution ini menyatakan akan berkomunikasi dengan para karyawannya terlebih dulu. Ia mengaku akan bertanya terlebih dahulu sebelum mencantumkan nama mereka dalam manifes hewan kurban tersebut.
“Kita tanya dulu ke mereka, mau apa enggak untuk kita masukkan namanya (ke daftar kurban),” tambahnya.
Nantinya, sapi-sapi tersebut akan disalurkan kepada panitia kurban untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
"Biasanya penyalurannya tuh ke warga-warga kan, karena memang udah ada panitianya biasanya dibentuk," imbuhnnya.
Pilih Sapi Berbobot Jumbo dengan Nama Unik
Dalam kunjungannya ke kandang tersebut, Ustaz Solmed dan April Jasmine menjatuhkan pilihan pada sapi-sapi berukuran besar. Uniknya, April Jasmine bahkan turun langsung memberikan nama pada sapi-sapi tersebut dengan menuliskan inisial di badan sapi menggunakan cat.
Dua sapi pilihan mereka diberi nama "Kozma" dan "Si Berkah". Menurut April, nama-nama tersebut bukan sekadar julukan, melainkan doa.
“Kozma itu artinya Kondisi Prima. Jadi harus sehat dan berkah. Jangan cuma sekadar gede, tapi juga harus dapat keberkahannya,” jelas April Jasmine.
Kurban di Berbagai Lokasi
Tak tanggung-tanggung, Ustaz Solmed berencana memborong sekitar tiga hingga empat ekor sapi di satu lokasi tersebut saja. Namun, ia menyebut jumlah total kurbannya tahun ini bisa lebih banyak karena ia juga menyalurkan hewan kurban dibeberapa tempat lain yang memiliki nilai sejarah bagi hidupnya.
“Saya berharap kayak di rumah yang dulu, di tempat saya lahir, dan tempat tinggal sekarang semua bisa berkurban," papar pendakwah 42 tahun itu.
"Lokasinya tergantung, ada yang kita kirim fisik, ada yang melalui uang karena pertimbangan biaya pengiriman kalau lokasinya jauh,” tutur sang Ustaz.
Aksi kurban tahun ini terasa sedikit berbeda bagi keluarga mereka. Pasalnya, ketiga putra mereka yang kini sedang menempuh pendidikan di pesantren tidak dapat ikut melihat langsung prosesi kurban karena jadwal sekolah yang tidaklibur.
Kendati demikian, Ustaz Solmed bersyukur tahun ini bisa menambah jumlah hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya. Bagi mereka, kurban adalah wujud rasa syukur atas ke lapangan rezeki yang diberikan Tuhan selama setahun terakhir.(*)
Artikel Asli




