Grid.ID – Perayaan Iduladha 1447 H atau tahun 2026 terasa sangat berbeda bagi pasangan Ustaz Solmed dan April Jasmine. Meski disibukkan dengan persiapan kurban yang melimpah, ada rasa haru dan rindu yang menyelimuti hati mereka karena harus terpisah jarak dengan buah hati.
Tahun ini, putra kembar mereka, Aqil Mahmoed Sibawaih dan Mahier Mahmoed Syairozi, tidak bisa ikut merayakan hari raya di rumah. Kedua bocah yang lahir pada 2018 tersebut kini tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren untuk mendalami ilmu agama.
Pendakwah 42 tahun itu menceritakan perbedaan suasana lebaran kurban kali ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kayaknya anak kita masih di rumah ya, masih melihat, menyaksikan. Tapi tahun ini si kembar, Aqil dan Mahier, tidak bisa melihat langsung hewan yang dikurbankan di rumah," ungkap Ustaz Solmed, di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (19/5/2026).
Anak-Anak Tak Dapat Libur Pondok
April Jasmine menambahkan bahwa absennya si kembar di rumah dikarenakan jadwal pesantren yang tetap berjalan meski di hari raya Idul Adha. Sebagai orang tua, April mengaku sempat sedih karena biasanya anak-anak sangat antusias melihat sapi kurban mereka.
"Mereka enggak libur di pesantrennya. Jadi enggak pulang, tetap di pondok meskipun itu hari raya," tutur April Jasmine.
Tetap Berikan Dukungan Penuh
Meski merasa kehilangan momen kebersamaan di rumah, Ustaz Solmed dan April Jasmine menyadari bahwa ini adalah bagian dari perjuangan anak-anak dalam menuntut ilmu. Ustaz Solmed berharap, meski tidak melihat langsung sapi kurban di halaman rumah, nilai-nilai ibadah kurban tetap sampai ke hati putra-putranya di pesantren.
"Paling di antara bedanya itu saja, selebihnya ya tidak ada beda kecuali tahunnya yang berbeda," tambah sang Ustaz mencoba tetap tegar.
Sebagai informasi, Ustaz Solmed dan April Jasmine memang telah berkomitmen menyekolahkan Aqil dan Mahier ke pesantren agar bisa mengikuti jejak sang ayah. Meskipun harus menahan rindu, pasangan ini bangga melihat putra-putra mereka sudah mandiri dan fokus belajar agama di usia muda.
Demi mengobati kerinduan, April Jasmine menyempatkan diri untuk menandai sapi kurban mereka dengan nama "Kozma" dan "Berkah", sebagai doa agar usaha dan pendidikan anak-anak mereka selalu berada dalam kondisi prima dan penuh keberkahan. (*)
Artikel Asli




