Industri Kosmetik Nasional Dinilai Kian Prospektif, Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem dan Ekspor

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perindustrian meyakini industri kosmetik nasional memiliki prospek yang sangat kuat untuk terus berkembang seiring besarnya pasar domestik dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk kosmetik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri kosmetik menjadi salah satu sektor dengan prospek sangat baik karena didukung permintaan pasar yang terus meningkat.

“Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri kosmetik ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Agus Gumiwang.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, jumlah industri kosmetik dalam negeri meningkat dari 1.292 industri pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025.

Sebanyak 90 persen dari total industri kosmetik tersebut berasal dari sektor Industri Kecil dan Menengah atau IKM.

Nilai ekspor industri kosmetik juga mengalami peningkatan dari 417 juta dolar AS pada 2024 menjadi 473,8 juta dolar AS pada 2025.

Tantangan IKM Kosmetik Masih Besar

Meski mengalami pertumbuhan positif, pelaku IKM kosmetik masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan usaha.

Menurut Agus Gumiwang, tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem industri kosmetik nasional.

“Berbagai kendala yang dihadapi IKM kosmetik butuh penyelesaian secara kolaboratif. Pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, akademisi, industri besar hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang saling terhubung dan memberi manfaat bagi seluruh pihak,” tegasnya.

Agus menambahkan, pertumbuhan jumlah pelaku usaha juga harus diimbangi dengan penguatan kualitas, inovasi, dan ekosistem industri yang semakin solid.

Kemenperin Perkuat Kemitraan dan Rantai Pasok

Sebagai langkah nyata, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka atau Ditjen IKMA bersama Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia memperkuat rantai pasok dan ekosistem IKM kosmetik.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan kemitraan dan perluasan penggunaan bahan baku dalam negeri.

Menurut Menperin, kemitraan memiliki peran penting untuk memperkuat daya saing IKM kosmetik.

Melalui kemitraan, pelaku IKM dapat memperoleh kemudahan pengadaan bahan baku dan bahan penolong.

Selain itu, kemitraan juga membuka peluang memperluas akses distribusi, pemasaran, hingga menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan pengembangan IKM kosmetik dilakukan melalui kolaborasi multipihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, asosiasi, BPOM, perguruan tinggi, lokapasar, ritel, hingga industri besar.

Sebagai implementasi program, Ditjen IKMA menyelenggarakan pre-event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pameran yang diinisiasi oleh Perkosmi.

Reni Yanita menjelaskan pre-event tersebut menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan temu bisnis utama yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lindungi Guru dan Siswa Bertransaksi Digital Secara Aman, Bank Indonesia Gandeng GoPay
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
MPR RI Desak Prabowo Lobi Donald Trump untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
• 2 jam laludisway.id
thumb
Harga Gabah Lampaui HPP, Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Beras
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
• 8 jam laludisway.id
thumb
Hujan Deras Sebabkan Longsor, Banjir hingga Rumah Ambruk di 7 Kecamatan di Bogor
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.