Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, menggandeng GoPay dalam upaya memperkuat literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di lingkungan pendidikan, khususnya bagi guru dan pelajar yang sehari-hari aktif menggunakan layanan keuangan digital.
Melalui talkshow "Cerdas Bertransaksi Digital: Membangun Kesadaran Perlindungan Konsumen bagi Guru dan Siswa", kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan keamanan digital, seiring meningkatnya transaksi digital agar masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dicky Afrianto, menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan bertransaksi di sekolah guna membangun budaya transaksi digital yang aman sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat," kata Dicky dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.
- REUTERS/Fatima El-Kareem
Dia pun mengapresiasi GoPay sebagai pelaku industri sistem pembayaran, atas peran aktifnya dalam kampanye edukasi perlindungan konsumen yang mengusung tema “Kalau Ragu, Stop Dulu" tersebut.
Bersama dengan M. Yoga Pranata dari Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Bank Sentral dan GoPay pun memberikan edukasi kepada 150 guru dan siswa mengenai berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi.
"Misalnya seperti tautan palsu (phishing), penipuan melalui fake customer service, bukti transfer palsu, hingga modus refund atau salah transfer," ujarnya.
Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono mengatakan, peserta juga dibekali langkah praktis aman bertransaksi, yaitu tidak membagikan PIN dan OTP kepada siapa pun, menjaga data pribadi, menggunakan aplikasi resmi, serta menghindari tautan mencurigakan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami indikasi penipuan, seperti tidak panik, menyimpan bukti transaksi, segera menghubungi layanan resmi.
"Keamanan transaksi pengguna adalah prioritas kami. Karena itu, kami tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga terus mengedukasi publik sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen GoPay," kata Yogi.
"Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.




