Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menargetkan kenaikan aset mencapai Rp303,5 triliun pada tahun ini. Aset tersebut meningkat jika dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang kini masih dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Untuk 2025 asetnya Rp276,2 triliun ini sudah dalam finalisasi audit BPK. Tahun 2026 kami menargetkan kenaikan aset Rp303,5 triliun," ungkap dia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Selain aset, Anggito juga membidik pendapatan premi tahun ini sebesar Rp40,3 triliun. Posisi ini juga meningkat dari total pendapatan premi 2025 yang hanya mencapai Rp37,6 triliun.
Di sisi laiin, LPS tidak berorientasi pada target pendapatan, melainkan fokus memperkuat kredibilitas dan kesehatan keuangan agar dapat menjalankan fungsi penjaminan secara optimal.
Anggito menyebut penguatan kondisi keuangan dilakukan untuk mencapai target rasio sebesar 2,5 persen dari dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
Baca Juga: LPS Bakal Bangun Kantor Sendiri, Targetkan 2 Tahun Selesai
Baca Juga: Perkuat Pengawasan 1.594 Bank, LPS Bakal Kelola Data Secara Real-Time
"Kami tidak menargetkan pendapatan, namun agar lebih kredibel, lebih sehat sehingga bisa mencapai 2,5% dari DPK dan bisa memberikan pendapatan non pajak kepada negara," ungkapnya.




