Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi dan mencatat aliran dana masuk sekitar Rp 1,3 triliun dari Jumat (15/5) hingga Selasa (19/5). Ia menilai, aliran tersebut mendorong penurunan yield obligasi di pasar sekunder, sekaligus membawa masuknya investasi asing ke dalam negeri.
“Jadi selama kita menjaga stabilitas bond, di luar negeri lebih stabil,” kata Purbaya dalam konferensi APBN KiTa di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Ia pun memproyeksikan penutupan lelang mencapai sekitar USD 1,6 miliar hingga USD 1,8 miliar. Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan awal dan menunjukkan adanya tambahan aliran dolar AS yang masuk ke dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga menerbitkan global bond atau surat utang global berdenominasi dolar AS dengan target USD 2 hingga 3 miliar. “2 sampai 3 miliar dolar itu tambahan supply dolar di pasar dalam negeri,” lanjutnya.
Menurutnya, tambahan pasokan dolar di pasar domestik akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar. Oleh karena itu, ia menilai masyarakat yang memegang dolar sebaiknya menjualnya sekarang karena penguatan dolar diperkirakan tidak akan berlangsung lama.
Ia pun menegaskan pemerintah tidak bermain-main dalam menjaga stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar. Menurutnya, langkah menjaga stabilitas pasar bukan semata-mata intervensi, melainkan upaya menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.
“Bukan intervensi, ketika kita menjaga stabilitas bond, market, kita nggak pernah main-main,” imbuhnya.





