Dirut Bulog Siap Ekspor Beras Indonesia dengan Harga Bersaing

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog menyampaikan kesiapannya menjalankan arahan Prabowo Presiden untuk mengekspor beras Indonesia dengan harga bersaing.

“Kalau kami siap. Begitu ada perintah, kami siap akan melaksanakan perintah tersebut. Sesuai dengan arahan Presiden (Prabowo Subianto),” kata Rizal di Jakarta, Senin (18/5/2026) seperti dilaporkan dari Antara.

Meski menyatakan kesiapan dan siap melakukan eksekusi, Rizal mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah beras yang akan disiapkan untuk kebutuhan eskpor, karena permintaan antarnegara dilakukan langsung pada level kepala daerah.

“Kita belum tahu, berapa yang dimintain, kita kan belum tahu. Yang komunikasi beliau saya nggak tahu. Ini kan (komunikasi sesama) kepala negara,” ujar Rizal.

Per Sabtu (16/5/2026), Perum Bulog mengelola 5,32 juta ton stok cadangan beras pemerintah yang tersimpan di seluruh gudang perusahaan BUMN pangan tersebut.

Lebih lanjut, saat ini Bulog sedang berada di tahap negosiasi harga dengan Malaysia terkait ekspor beras. Dalam rencananya, ekspor tersebut akan mencapai 200 ribu ton dengan nilai transaksi ditaksir mencapai sekitar Rp2 triliun.

Rizal menyebut pihak Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10.000 per kilogram (kg), sementara Bulog menginginkan harga yang lebih tinggi sesuai kualitas beras yang ditawarkan. Harga yang diajukan Indonesia sendiri, yakni berada pada kisaran Rp13.000 per kg hingga Rp14.000 per kg karena beras yang ditawarkan masuk kategori premium.

“Mereka menawar (harga) di bawah Rp10.000 per kg,” kata Rizal.

Kesiapan Dirut Bulog tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Presiden ketika agenda peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam acara itu, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung langsung kesiapan Bulog menghadapi peluang ekspor beras Indonesia. Pada sesi itu, Prabowo mengingatkan agar beras Indonesia tidak dijual terlalu murah dengan tetap menjaga nilai jual beras Indonesia saat masuk pasar ekspor.

Presiden menegaskan kondisi pangan global masih penuh ketidakpastian sehingga Indonesia harus tetap berhati-hati menjaga cadangan beras nasional sambil membuka peluang ekspor ke negara lain.

“Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” tambah Prabowo. (ant/mar/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyeksi BI Rate Mei 2026: Arah Pengetatan Makin Besar
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Sempat Divonis Sulit Punya Keturunan, Rifky Alhabsyi dan Istri Sambut Kelahiran Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Festival Budaya Isen Mulang 2026 Resmi Dibuka, Banyak Hiburan hingga Promosi Budaya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur BI Optimis Nilai Tukar Rupiah Bakal Stabil
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Menkeu Purbaya Bersiap Menunaikan Ibadah Haji: Berangkat pada 21 Mei
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.