Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 9,69 miliar pada akhir 2025 untuk penanganan dan pemulihan cagar budaya yang terdampak bencana di sejumlah daerah.
Fadli menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari bantuan logistik hingga perbaikan sarana dan prasarana cagar budaya.
“Telah disalurkan tentu pada waktu akhir tahun 2025 sebesar totalnya Rp 9,69 miliar sebagai bagian dari upaya untuk ketika itu membantu masyarakat seniman budayawan dan juga cagar-cagar budaya yang terdampak,” kata Fadli dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Ia merinci, dari total anggaran tersebut, Rp 1,45 miliar digunakan untuk bantuan logistik kebutuhan dasar, Rp 8,11 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana, serta Rp 113 juta berasal dari donasi pegawai Kementerian Kebudayaan.
“Penyaluran ini bantuan logistik untuk kebutuhan dasar sebesar Rp 1,45 miliar dari APBN, kemudian juga perbaikan sarana prasarana itu Rp 8,11 miliar juga bersumber dari APBN, dan sisanya Rp 113 juta dari donasi pegawai Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.
Fadli menyebut, penanganan tersebut direalisasikan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan perbaikan telah menjangkau 98 cagar budaya dan objek diduga cagar budaya (ODCB) yang tersebar di 19 kabupaten/kota terdampak.
“Kemudian untuk sarana prasarana didistribusikan untuk 98 cagar budaya dan ODCB di 19 kabupaten kota yang terdampak melalui 3 unit pelaksana teknis BPK,” kata Fadli.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/6327668/original/063940700_1779202441-IMG_8275.jpeg)



