jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan tanggapannya terkait adanya dinamika penayangan film berjudul Pesta Babi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia.
"Kalau misalnya memang pesan (film) untuk bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik yang ada di Papua agar tidak menciptakan dominasi, itu baik," kata Haedar, di Yogyakarta, Selasa (19/5).
BACA JUGA: Heboh Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril Singgung Proyek Era Jokowi
Proses penayangan film tersebut, lanjut Haedar, setidaknya disertai dengan penjelasan terkait dengan tujuan baik, sehingga jangan sampai pesan yang positif itu malah tidak tersampaikan.
"Jangan sampai pesan itu tidak sampai ke tujuan, justru (malah) yang terjadi adalah kontroversi horizontal," katanya.
BACA JUGA: Koalisi Masyarakat Sipil: Larangan TNI atas Film Pesta Babi Serangan Kebebasan
Menurutnya karya film yang sudah diterbitkan berarti sudah menjadi konsumsi publik, maka perlu dilakukan dialog terkait dengan esensi dari film tersebut dengan berbagai pihak.
"Termasuk dari mereka yang memproduksi film tersebut," kata Haedar.
BACA JUGA: Soroti Polemik Film Pesta Babi, Prof. Samun Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Haedar dalam kesempatan itu juga memberikan pesan, khususnya terkait mobilisasi kerja sama antar-semua lapisan baik masyarakat Indonesia bagian Timur sampai Barat agar kehidupan baru yang baik bisa tercipta.
"Kalau pendekatan konflik terus kita lakukan, maka tidak bisa memobilisasi potensi dari semua lapisan masyarakat," katanya.
Ia menilai semua daerah di Indonesia, begitu pula masyarakat Papua, perlu bersinergi untuk maju bersama dengan tidak menggunakan pendekatan-pendekatan konflik.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




