2 Relawan Indonesia Ditangkap Tentara Israel, GPCI Sorot Lokasi Intersep Dilakukan

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Kapal-kapal milik Global Sumud Flotilla, yang membawa para aktivis dan bantuan kemanusiaan, berangkat menuju Gaza dari pelabuhan Marmaris, Turki, Kamis, 14 Mei 2026, dalam upaya untuk menembus blokade angkatan laut Israel. (Sumber: Foto AP/Murat Kocabas)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis kemanusiaan perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Syamsul Ardiansyah menyorot lokasi pencegatan oleh tentara Israel terhadap Kapal Zefiro yang dinaiki dua relawan asal Indonesia yang mengikuti Global Sumud Flotilla. 

Ia mengatakan kapal yang ditumpangi dua relawan Indonesia itu diintersep tentara Israel di perairan bebas Laut Mediterania. 

"Penculikan ini dilakukan di laut bebas, di mana setiap orang berdasarkan UNCLOS, itu punya hak untuk navigasi di laut lepas. Jadi tempat di mana intersep ini dilaksanakan adalah wilayah yang sebenarnya tidak ada otoritas dari negara mana pun," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (19/5/2026) malam, dipantau dari Breaking News KompasTV. 

Syamsul menekankan, Israel tidak punya hak atau kewenangan untuk mengintersep, merusak, atau menangkap para relawan kemanusiaan yang melintasi lokasi tersebut. 

Baca Juga: GPCI Minta Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Dibebaskan

Ia juga menegaskan Global Sumud Flotilla di mana GPCI terlibat di dalamnya merupakan misi kemanusiaan yang dilaksanakan secara damai tanpa kekerasan. 

"Misi ini bukanlah ancaman terhadap otoritas militer dari zionis Israel. Jadi, tindakan Israel dalam rangka yang menghadang dan juga menculik rekan-rekan kami, sahabat-sahabat kami yang terlibat dalam Global Peace Convoy sama sekali tidak berdasar," tegasnya. 

Ia mengatakan Global Sumud Flotilla juga merupakan manifestasi dari resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut pencabutan semua penghalangan akses kemanusiaan ke Gaza. 

Atas penangkapan relawan kemanusiaan oleh tentara Israel, Syamsul menyatakan GPCI menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat kepada seluruh aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk WNI yang saat ini telah ditangkap tentara Israel. 

"Kami mendesak Israel untuk membebaskan semua aktivis yang ditangkap," ujarnya. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gpci
  • global peace convoy indonesia
  • global sumud flotilla
  • wni
  • relawan indonesia
  • israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perdebatan Kasus Penganiayaan Daycare Jogja, Sahroni: Jelas Terjadi Pelanggaran HAM, Titik!
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Melihat Isi Kamar Ramah Lansia dan Disabilitas Jemaah Haji, Ada Fasilitas dan Pendampingan Khusus
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov Papua Tengah Fasilitasi 250 Pelajar OAP Seleksi Sekolah Kedinasan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Selat Malaka, Dumai, & Pertaruhan Indonesia Keluar Kutukan End Destination Port
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Emiten Ini Ubah Haluan Bisnis dan Caplok Dua Perusahaan Singapura
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.