Instruksi Tegas Sherly Tjoanda soal Rapat Tak Penting hingga Alokasikan Minimal 10 Persen APBD untuk Rakyat​​​​​​​

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan pesan menohok sekaligus menyentuh saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gamalama Ballroom Bella Hotel Ternate, Kamis (7/5/2026).

Di hadapan jajaran pejabat Kementerian/Lembaga serta 10 Kepala Daerah, ia menegaskan bahwa kemiskinan terstruktur yang dialami petani dan nelayan di wilayahnya bukanlah takdir, melainkan akibat mandeknya konektivitas infrastruktur selama puluhan tahun.

Sherly langsung menyoroti ironi besar yang terjadi di Maluku Utara. Sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, manfaatnya justru belum dirasakan nyata oleh 80 persen warga yang menggantungkan hidup dari hasil bumi dan laut.

Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi
Sumber :
  • Instagram @t_jo

"Pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di Indonesia, tapi masyarakat bertanya, 'Di mana uangnya?' Mereka tidak merasakannya karena jalan rusak berat. Petani kita punya hasil kebun, nelayan punya banyak ikan, tapi mereka tetap miskin karena tidak bisa membawanya ke pasar. Satu-satunya kunci adalah konektivitas," tegas Sherly Tjoanda.

Menghadapi tantangan berat berupa 1.900 kilometer jalan dengan kondisi rusak berat, Gubernur perempuan pertama di Malut ini mengambil kebijakan berani.

Pemprov Malut memilih memprioritaskan fungsi jalan dengan menerapkan pengaspalan model Lapen (Lapisan Penetrasi) ketimbang model Hotmix yang menelan biaya selangit.

Secara kalkulasi anggaran, dana sebesar Rp8 miliar hanya mampu membangun 1 km jalan Hotmix. Namun dengan nominal yang sama, pemerintah bisa mengaspal hingga 4 km jalan Lapen.

Target utamanya adalah membuka isolasi desa-desa terpencil agar hasil komoditas warga bisa langsung tersambung ke pusat pasar ekonomi.

Tak hanya itu, Pemprov Malut mencetak sejarah baru dengan menerapkan skema "Kontrak Payung" pertama di Indonesia untuk proyek infrastruktur. Langkah ini terbukti sukses menghemat biaya anggaran daerah hingga mencapai 30 persen.

Selain masalah jalan, sektor pendidikan juga tidak luput dari perhatian serius Sherly. Evaluasi kebijakan pembebasan uang komite sekolah pada tahun 2025 terbukti sukses membawa 10 ribu anak kembali mengenyam bangku sekolah.

Melanjutkan tren positif tersebut, Pemprov Malut siap meluncurkan program Sekolah Jarak Jauh pada tahun 2026 ini untuk menjangkau wilayah pelosok dan kepulauan seperti Morotai, Halmahera Utara (Halut), dan Halmahera Timur (Haltim).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 WNI dalam Armada Flotilla ke Gaza Ditangkap Israel, Ini Daftarnya
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kabar Gembira Bagi Warga Jakarta, Kejahatan di Ibu Kota Kini Lebih Mudah Terungkap
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bahlil Sebut Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi meski Tren ICP Naik Terus
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
‎Alasan Carlo Ancelotti Kembali Panggil Neymar ke Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Dia Masih Punya Kualitas Besar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Hasil Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.