Ini Hasil Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Setelah 9 tahun, akhirnya Presiden Amerika Serikat kembali melakukan pertemuan bilateral dengan Pemimpin Tertenggi China di Beijing. Kali ini, Presiden Donald Trump membawa 20 top billionaire Amerika Serikat ke China. Apa saja hasil pertemuannya? Kita bahas dalam Fact Check.
Kunjungan bersejarah AS ke China
Kunjungan kerja yang berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026 ini, tercatat sebagai momen-momen krusial karena menjadi kunjungan Presiden Amerika Serikat pertama ke China dalam hampir sembilan tahun terakhir. Pertemuan tingkat tinggi ini digelar di Komplek Pemerintahan Zhongnanhai dan ini adalah sebuah lokasi yang syarat nilai-nilai historis yang kemudian menjadi saksi bisu arah baru diplomasi dan juga peta kekuatan dunia negara admi daya ini. 

Baca Juga :

Fakta-Fakta Pertemuan Trump-Xi Jinping, dari Selat Hormuz hingga Taiwan
Agenda pertemuan 
Pertama, terkait dengan ketegangan ekonomi dan geopolitik terkait dengan fokus utama yang tertuju pada kelanjutan isu perang dagang antara Amerika Serikat dengan China serta upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi global di tengah ketidakpastian pasar. Ada juga pembahasan terkait dengan keamanan kawasan dan juga konflik panas di Timur Tengah yang khususnya situasi antara Iran dan Selat Homs turut menjadi perbincangan di meja perundingan, di samping isu-isu sensitif mengenai kedaulatan Taiwan dan masa depan teknologi. 

Kedua belah pihak juga menyoroti regulasi serta persaingan di sektor AI atau kecerdasan buatan serta isu teknologi lainnya serta ada isu transnasional dan logistik yang juga mencakup penegakan hukum terkait dengan pentennial trafficking serta penguatan sektor energi dan rantai pasok global agar tetap aman dari gaguan krisis. 
Kegiatan dalam pertemuan Xi dan Trump
Apa saja kegiatan pertemuan antara Presiden Xi Jinping  dan juga Presiden Trump. Dalam pertemuan bilateral resmi yang digelar di Zone H yang merupakan sebuah pertemuan tingkat tinggi membahas agenda strategis kedua negara, di mana ada jamuan pertemuan bersama dengan para pejabat tinggi kedua negara dan diadakan sebagai bentuk penghormatan diplomatik serta bisa mempererat hubungan kedua negara ini. 

Dan kunjungan ke Kuil Langit dan juga area hostel di Zone H ini menjadi semacam bagian dari kegiatan kultural untuk bisa menunjukkan warisan sejarah dan budaya China ke seluruh dunia.

Pertemuan yang dihadiri oleh delegasi pebisnis Amerika dan China ini dilakukan untuk memahas kerjasama ekonomi, investasi serta hubungan perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga :

Tiongkok Berkomitmen Beli Produk Pertanian AS Senilai Rp300 Triliun per Tahun
Hasil pertemuan antara Amerika dan China
Kedua negara sepakat untuk menjaga hubungan agar tetap stabil ini khususnya untuk bisa menjaga kondisi geopolitik dan juga keamanan global agar tetap kondusif dan kedua tidak ada kesepakatan besar khususnya mengenai Taiwan maupun Iran hingga isu sensitif terkait dengan kedua wilayah ini masih akan terus berlanjut tanpa peruhat bahan dan yang signifikan. Dan ketiga ada Amerika dan China ini sepakat terkait dengan selat hormus harus tetap terbuka khususnya untuk bisa menjamin kelancaran jalur perdagangan dan juga pasakan energi, gas, dan BBM di seluruh dunia.

Xi Jinping juga disebut membuka peluang pembelian energi Amerika Serikat lebih besar  yang berpotensi akan meningkatkan volume perdagangan dua arah di sektor energi pastinya. Dan pemisah ada juga pembicaraan lanjutan soal perdagangan dan juga ea oversight board sebagai langkah untuk mengatur regulasi teknologi masa depan dan juga hubungan ekonomi kedua negara. Dan juga China disebut-sebut akan membeli sekitar 200 unit pesawat Boeing yang menjadi salah satu poin utama dalam kesepakatan bisnis dan juga transaksi sektor penerbangan komersial.

Dan ketujuh, kedua pihak juga menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sama-sama Amerika dan juga China ini tentu saja guna menjaga stabilitas keamanan baik di Timur Tengah maupun di seluruh dunia serta mencegah proliferasi nuklir global. 

Baca Juga :

AS dan Tiongkok Cari Titik Temu soal Iran dan Jalur Energi Global
Dampak pertemuan terhadap konflik di Timur Tengah 
Amerika Serikat meminta China dikabarkan untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz untuk bisa menghindari eskalasi konflik dan juga gangguan distribusi logistik dunia di kawasan tersebut. China juga merupakan pembeli utama minyak Iran utama di sana hingga memiliki posisi tawar dan juga pengaruh ekonomi yang sangat besar terhadap kebijakan-kebijakan apapun yang diambil oleh pemerintah Iran. 

Trump dan Presiden Xi Jinping juga sepakat pemisah agar Selat Hormuz harus tetap terbuka khususnya demi stabilitas energi global agar pasokan minyak dan gas dunia ini tidak terganggu yang bisa akhirnya memicu krisis global. Dan kedua negara ini juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir sebagai komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan juga mencegah proliferasi nuklir di Timur Tengah.

Terkait dengan pertemuan ini Presiden Trump menegaskan bahwa hubungan antara China dan Amerika menjadi lebih baik dari sebelumnya pascapertemuan ini dan penyataan optimis ini menjadi sinyal positif bagi meredahnya ketegangan geopolitik serta perbaikan hubungan diplomatik kedua negara di daya ini.

Dan kutipan pernyataan ini sekaligus diharapkan mampu membawa dampak besar terhadap stabilitas ekonomi, perdagangan global, serta kerja sama strategis di masa depannya. Kita lihat bagaimana pernyataan Presiden China yang ikut berkomentar soal isu Taiwan  saat pertemuan tersebut digelar dimana Presiden China Xi Jinping menegaskan  bahwa isu Taiwan bisa saja memicu terjadi bentrokan dan bahkan konflik terbuka.

Penyataan tegas ini menjadi peringatan keras terhadap adanya campur tangan pihak asing manapun serta provokasi yang bisa mengganggu kedaulatan China. Dan kutipan ini menunjukkan bahwa isu Taiwan tetap menjadi garis merah tegas yang paling sensitif dan berpotensi mengancam stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. 

Demikian informasi terkini terkait dengan hasil pertemuan antara China dan juga Amerika. Pada intinya pertemuan ini menyemakati untuk menjaga stabilitas hubungan bersama serta jalur energi global meski isu-isu sensitif seperti Taiwan ini menjadi catatan bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Rudy Susmanto bantah isu Bogor keluar dari Provinsi Jawa Barat
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Wamendagri Ribka Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Serahkan Alutsista Baru ke TNI, Ada Jet Tempur hingga Senjata Canggih
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
KPPU Denda Perusahaan Telekomunikasi Asal Jepang Rp2 Miliar
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis Moneter 98
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.