Upaya dunia internasional untuk mengakhiri pengepungan di Jalur Gaza kembali dilanjutkan. Armada Global Sumud Flotilla, yang disebut sebagai armada sipil kemanusiaan terbesar saat ini, memulai pelayarannya menuju Pantai Gaza dari Pelabuhan Albatros Marmaris, Turki, pada 14 Mei 2026.
Misi ini membawa misi utama yaitu menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina sekaligus menantang blokade ilegal yang dilakukan oleh militer Zionis Israel. Semangat para relawan terpancar kuat saat kapal-kapal mulai bertolak, dengan gema teriakan 'Free Palestine' yang membahana di sepanjang pelabuhan.
Misi besar ini melibatkan lebih dari 500 aktivis dari berbagai belahan dunia yang tersebar di 59 kapal. Indonesia turut mengambil peran penting dalam gerakan ini melalui kehadiran delegasi, termasuk tim dari Metro TV yang meliput langsung persiapan hingga pemberangkatan dari Turki.
Sebelum bertolak, para relawan, termasuk jurnalis Metro TV Andre Septian, melakukan berbagai persiapan di Marmaris. Salah satu kegiatan utama adalah pengemasan bahan-bahan bantuan yang akan didistribusikan langsung kepada rakyat Gaza yang sangat membutuhkan.
Baca juga: Jumlah WNI yang Ditangkap Israel Terus Bertambah
Para aktivis menekankan bahwa Global Sumud Flotilla bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan sebuah aksi politik untuk membuka mata dunia internasional. Di tengah kondisi Gaza yang masih menghadapi ancaman genosida meskipun dalam periode gencatan senjata, kehadiran armada ini diharapkan mampu menarik perhatian dunia terhadap urgensi kemerdekaan bangsa Palestina.
"Harapannya, delegasi Indonesia bersama 500 lebih aktivis lainnya yang menggunakan 59 kapal ini benar-benar bisa sampai ke pantai Gaza dan menyalurkan bantuan bagi mereka," lapor Andre Septian yang dikutip Newsline pada Selasa 19 Mei 2026.
Misi ini menghadapi tantangan besar karena harus berhadapan langsung dengan blokade ketat militer Israel di perairan internasional menuju Gaza. Meski demikian, para kapten kapal telah mengarahkan navigasi mereka sepenuhnya menuju Pantai Gaza sebagai bentuk komitmen kemanusiaan yang tak tergoyahkan.




